Logo

Cara Menyimpan Makanan Beku agar Kualitas Terjaga

Freezer memperpanjang usia simpan, tetapi kualitas makanan tetap bergantung pada suhu, kemasan, dan cara mencairkannya.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 19 September 2026 12:00 UTC

Cara Menyimpan Makanan Beku agar Kualitas Terjaga

Ilustrasi: Stok Beku Tertata. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Makanan beku menjadi penyelamat ketika rumah tangga ingin menyimpan bahan lebih lama. Daging, ikan, lauk matang, kaldu, hingga bahan siap masak bisa dipersiapkan untuk kebutuhan beberapa hari berikutnya.

Namun, cara menyimpan makanan beku tidak cukup dengan memasukkan bahan ke freezer. Suhu, kemasan, ukuran porsi, hingga proses pencairan ikut menentukan keamanan dan kualitas makanan.

FDA merekomendasikan suhu freezer berada pada 0 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 18 derajat Celsius. Pada suhu tersebut, pertumbuhan bakteri terhenti, meskipun pembekuan tidak membunuh sebagian besar bakteri. 

Karena itu, freezer lebih tepat dipahami sebagai alat untuk memperlambat perubahan makanan. Bukan tempat ajaib yang membuat seluruh bahan bertahan dengan kualitas sama selamanya.

 

Suhu Minus 18 Derajat Celsius Menjadi Patokan

Freezer yang menghasilkan es belum tentu memiliki temperatur penyimpanan ideal. Kondisinya sulit diketahui hanya dengan menyentuh kemasan atau melihat lapisan bunga es.

FDA menetapkan suhu kulkas maksimal 4 derajat Celsius dan freezer sekitar minus 18 derajat Celsius. Termometer khusus peralatan pendingin dapat digunakan untuk memeriksa suhu aktual secara berkala. 

Suhu tersebut penting karena bakteri penyebab penyakit dapat berkembang cepat pada kondisi yang lebih hangat. Pada suhu ruang, FDA menyebut jumlah bakteri tertentu penyebab penyakit bahkan dapat berlipat setiap sekitar 20 menit. 

Freezer juga tidak sebaiknya diisi terlalu padat tanpa penataan. Udara dingin tetap membutuhkan ruang untuk bersirkulasi di sekitar makanan agar temperatur penyimpanan terjaga. 

Pintu freezer pun sebaiknya tidak terlalu sering dibiarkan terbuka. Rutinitas mengambil bahan akan lebih praktis jika setiap jenis makanan sudah dikelompokkan dan mudah ditemukan.

Cara menyimpan makanan beku yang teratur akhirnya juga menghemat waktu. Penghuni rumah tidak perlu membongkar seluruh isi freezer hanya untuk menemukan satu bungkus ayam.

 

Membagi Makanan dalam Porsi Kecil Lebih Praktis

Membekukan satu kilogram daging dalam satu kemasan besar mungkin terasa cepat. Masalah muncul ketika hanya 250 gram yang diperlukan untuk memasak.

Seluruh kemasan akhirnya harus dicairkan. Situasi seperti ini dapat dihindari dengan membagi bahan berdasarkan porsi sekali masak sebelum masuk freezer.

Cara yang sama dapat diterapkan pada ikan, ayam, daging giling, kaldu, sambal matang, atau lauk rumahan. Ukuran porsinya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga.

Kemasan juga perlu dibuat serapat mungkin. FDA menyebut freezer burn bukan masalah keamanan pangan, tetapi dapat menurunkan kualitas makanan. Rasa, aroma, warna, tekstur, dan tingkat juicy makanan dapat berubah semakin lama disimpan. 

Freezer burn biasanya terlihat sebagai bagian makanan yang mengering atau berubah warna akibat paparan udara. Penggunaan wadah tertutup atau kemasan freezer yang sesuai dapat membantu menguranginya.

Label menjadi kebiasaan kecil yang sangat berguna. Tuliskan nama bahan dan tanggal pembekuan agar makanan lama dapat digunakan terlebih dahulu.

Sistem sederhana first in, first out membuat freezer lebih mudah dikelola. Stok baru ditempatkan di belakang, sedangkan bahan lama diprioritaskan untuk menu berikutnya.

 

Jangan Mencairkan Makanan di Meja Dapur

Tahap yang sering luput justru terjadi setelah makanan dikeluarkan dari freezer. Banyak orang meninggalkan daging beku di meja dapur selama beberapa jam agar cepat lunak.

FDA tidak merekomendasikan pencairan makanan pada suhu ruang. Ada tiga metode yang dinilai aman, yakni mencairkan di dalam kulkas, menggunakan air dingin, atau memakai microwave. 

Mencairkan di kulkas membutuhkan waktu lebih panjang, tetapi mudah dilakukan dengan perencanaan. Bahan untuk menu esok hari dapat dipindahkan dari freezer ke kulkas sejak malam sebelumnya.

Metode air dingin dapat digunakan ketika waktu lebih terbatas. Sementara makanan yang dicairkan menggunakan air dingin atau microwave disarankan segera dimasak setelah proses pencairan. 

Perhatian terhadap suhu juga penting setelah makanan matang. Bahan mudah rusak, makanan yang telah dimasak, dan leftovers sebaiknya masuk kulkas atau freezer maksimal dua jam setelah disiapkan.

Jika suhu lingkungan melebihi sekitar 32 derajat Celsius, batas tersebut berkurang menjadi satu jam. Prinsip ini penting ketika makanan berada di meja makan, mobil, atau dibawa dalam aktivitas luar ruangan. 

 

Membekukan Makanan Bisa Membantu Mengurangi Food Waste

Freezer sebenarnya dapat menjadi alat sederhana untuk mengurangi makanan terbuang. Bahan yang belum sempat dimasak dapat diselamatkan sebelum kualitasnya turun terlalu jauh.

FDA bahkan menyarankan pembekuan sebagai salah satu cara mempertahankan makanan sampai siap digunakan. Konsumen juga dianjurkan memeriksa isi kulkas dan membekukan bahan sebelum akhirnya harus dibuang. 

Dampaknya menjadi relevan jika melihat skala food waste. UNEP mencatat sekitar 1,05 miliar ton makanan terbuang pada tingkat rumah tangga, layanan makanan, dan ritel secara global sepanjang 2022.

Sekitar 631 juta ton di antaranya berasal dari rumah tangga. Jumlah tersebut berarti rumah tangga menyumbang sekitar 60 persen makanan yang terbuang pada tiga sektor yang dihitung UNEP. 

Indonesia juga menghadapi persoalan serupa. Kajian Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan food loss and waste Indonesia pada periode 2000–2019 mencapai sekitar 23–48 juta ton setiap tahun.

Jumlah tersebut setara sekitar 115–184 kilogram per kapita per tahun. Pada tahap konsumsi saja, timbulan food waste diperkirakan mencapai 5–19 juta ton setiap tahun. 

Dampak ekonominya juga besar. Bappenas memperkirakan kerugian akibat food loss and waste mencapai Rp213–551 triliun per tahun atau sekitar 4–5 persen PDB Indonesia berdasarkan periode kajian tersebut. 

Angka itu tentu mencakup rantai pangan yang jauh lebih luas daripada freezer rumah. Namun, rumah tangga tetap memiliki ruang untuk mengurangi pemborosan melalui pengelolaan stok yang lebih baik.


Beku Tidak Berarti Kualitas Bertahan Selamanya

Ada perbedaan penting antara keamanan dan kualitas. FDA menjelaskan makanan yang ditangani dengan benar dan disimpan terus pada minus 18 derajat Celsius dapat tetap aman dalam keadaan beku.

Namun, kualitasnya tetap menurun seiring waktu. Kelembutan, aroma, rasa, warna, dan kandungan cairan dapat berubah selama penyimpanan panjang. 

Karena itu, freezer sebaiknya bukan tempat menyimpan bahan sampai terlupakan. Lakukan pemeriksaan rutin dan rencanakan menu berdasarkan stok yang sudah tersedia.

Kebiasaan tersebut juga mengurangi kecenderungan membeli bahan yang ternyata masih tersimpan. Freezer menjadi bagian dari perencanaan makanan, bukan gudang cadangan yang jarang diperiksa.

Cara menyimpan makanan beku yang baik akhirnya bertumpu pada beberapa kebiasaan sederhana: menjaga suhu sekitar minus 18 derajat Celsius, menggunakan kemasan rapat, membagi porsi, memberi tanggal, dan mencairkan makanan dengan aman.

Dengan pengelolaan tersebut, freezer bisa membantu mempertahankan kualitas bahan sekaligus mengurangi makanan terbuang. Stok menjadi lebih mudah digunakan, sementara aktivitas memasak sehari-hari terasa lebih praktis dan terencana.