Burung Dara Laut Bermigrasi ke Australia

Rochman Arief

Rabu, 20 Maret 2019 - 22:58

JATIMNET.COM, Ambon – Hasil pemantauan dan penandaan burung dara laut jambul (thalasseus bergii) yang dilakukan tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Maluku, Burung Indonesia di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, terpantau telah bermigrasi ke Australia.

Hasil penandaan yang dilakukan 17 Februari 2019 terhadap tiga ekor burung dara laut jambul, terpantau pada pertengahan Maret 2019 telah migrasi ke Australia sebanyak satu ekor.

“Sedangkan satu ekor terpantau masih di sekitar pulau Seram dan satu ekor lagi belum terpantau,” kata Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi, Rabu 20 Maret 2019.

Ia mengatakan, burung dara laut Cina (thalasseus bernsteini) dan dara laut jambul, merupakan dua dari sekian jenis burung dalam famili sternidae dilindungi pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

BACA JUGA: BKSDA Maluku Selamatkan Ribuan Satwa Dilindungi

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) status konservasi dara laut Cina tersebut critically endangered (CR) atau kritis. Diperkirakan jumlah individu dewasa di dunia kurang dari 100 ekor.

“Kedua burung tersebut merupakan unggas yang bermigrasi melalui Indonesia. Pada 2018, burung-burung tersebut terpantau berada di perairan Seram Utara, Maluku Tengah,” ujarnya.

Pemantauan dan penandaan tersebut dilakukan sejak Februari 2019, bertepatan dengan musim migrasi burung tersebut dari tempat berbiaknya di Cina ke tempat-tempat yang lebih hangat seperti Indonesia dan Australia.

Dalam pemantauan tersebut, diketahui seekor burung thalasseus bernsteini bersama dalam kelompok beberapa ekor dara laut jambul (thalasseus bergii).

BACA JUGA: BKSDA Jatim Kembalikan Burung Endemik ke Kalimantan

“Tim berhasil menandai dan memasang satelit pada dua ekor dara laut jambul untuk mendeteksi jalur migrasinya,” katanya.

Ditambahkannya, burung dara laut jambul saat penandaan telah dipasang cincin plastik berwarna oranye dengan kode tertentu. Semua burung yang ditangkap dipasangi tanda berupa pita logam permanen yang berisi kode internasional tersendiri pada kaki burung tersebut.

“Dara laut jambul dipantau setiap hari selama durasi umur sattelite tag yang berfungsi optimal sekitar 12-18 bulan, karena menggunakan solar panel sebagai sumber energi, dan akan terlepas dengan sendirinya," ujarnya. (ant)

Baca Juga

loading...