Logo

Bupati Jember Jemput Anggaran ke Pemerintah Pusat

Kemenkes Diproyeksikan Gelontorkan Dana Sekitar Rp400 Miliar
Reporter:,Editor:

Kamis, 29 October 2026 00:30 UTC

Bupati Jember Jemput Anggaran ke Pemerintah Pusat

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait (kiri) menerima saat ramah tamah dalam kunjungannya ke Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026. Foto: Pemkab Jember.

JATIMNET.COM, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membidik dukungan anggaran hampir Rp500 miliar dari pemerintah pusat untuk memperkuat sektor kesehatan, perikanan, dan peternakan.

Namun, tidak seluruh anggaran tersebut telah dipastikan karena sebagian program masih dalam tahap koordinasi dan verifikasi.

Bupati Jember Muhammad Fawait menemui sejumlah kementerian di Jakarta untuk memperjuangkan dukungan tersebut, Rabu, 28 Oktober 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi salah satu tujuan koordinasi, selain Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pertanian (Kementan).

Dari hasil koordinasi dengan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus dan Dante Saksono Harbuwono, Fawait menyebut dukungan anggaran untuk sektor kesehatan diproyeksikan mencapai sekitar Rp400 miliar.

Dana tersebut direncanakan untuk merevitalisasi puskesmas dan rumah sakit di Jember, sekaligus memenuhi kebutuhan peralatan medis. Pelaksanaannya dijadwalkan mulai 2027.

“Alhamdulillah, kami memastikan revitalisasi puskesmas dan rumah sakit di Jember mulai dilaksanakan pada 2027,” kata Fawait saat menyampaikan hasil koordinasi melalui konferensi pers di Jember.

“Perkiraan anggaran yang sudah bisa kami pastikan sekitar Rp400 miliar, termasuk untuk pengadaan peralatan kesehatan,” lanjutnya.

Menurut Fawait, pembenahan fasilitas kesehatan diperlukan untuk mengimbangi perluasan akses layanan medis bagi masyarakat. Terlebih, Pemkab Jember telah menjalankan sejumlah program untuk menjangkau warga kurang mampu dan kelompok rentan.

Berdasarkan data per 1 Oktober 2026, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Jember mencapai 98,69 persen atau sekitar 2,61 juta jiwa dari total penduduk sekitar 2,65 juta jiwa.

Pemkab Jember juga mengembangkan layanan home care bagi lansia yang hidup sendiri, warga dengan penyakit kronis, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga balita yang mengalami stunting.

Selain itu, terdapat layanan Mobil Cinta untuk mengantarkan pasien kurang mampu yang telah dinyatakan layak pulang oleh dokter dari rumah sakit daerah ke rumah masing-masing secara gratis.

Fawait berharap revitalisasi fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan tersebut, termasuk bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.

Di sektor perikanan, Pemkab Jember menjajaki dukungan anggaran sekitar Rp50 miliar hingga Rp100 miliar melalui KKP.

Dana tersebut berpeluang digunakan untuk mendukung nelayan perikanan tangkap dan pembudidaya ikan air tawar pada periode 2026–2027.

Bantuan yang diharapkan antara lain berupa peralatan penunjang usaha perikanan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

“Kami bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya mengurai kemiskinan di wilayah pesisir. Karena itu, kami berupaya mengakses program pengembangan perikanan laut maupun budidaya air tawar,” ujar Fawait.

Saat ini, Pemkab Jember masih memverifikasi calon penerima manfaat, terutama untuk program yang berpeluang direalisasikan pada 2026.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau nelayan maupun pembudidaya yang membutuhkan.

Sementara itu, koordinasi dengan Kementan diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan. Program yang diusulkan meliputi pengembangan peternakan unggas, domba, dan sapi untuk periode 2026–2027.

Fawait menilai penguatan sektor peternakan penting karena menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat perdesaan.

Menurutnya, dukungan bagi petani dan peternak diperlukan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga peran Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan.

“Jember merupakan salah satu lumbung pangan, baik dari sektor pertanian maupun peternakan. Petani dan peternak menjadi sasaran penting karena sebagian masyarakat yang membutuhkan penguatan ekonomi tinggal di wilayah perdesaan,” katanya.

Fawait berharap koordinasi lintas kementerian tersebut dapat menyelaraskan kebutuhan pembangunan Jember dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut peluang dukungan anggaran tersebut sebagai kado bagi Jember pada momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Meski demikian, Pemkab Jember masih harus mengawal proses agar program yang diperjuangkan benar-benar terealisasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember,” ujarnya.

Besaran dukungan untuk sektor perikanan dan peternakan serta kepastian alokasi masing-masing program masih perlu ditindaklanjuti.

Pemkab Jember juga perlu memastikan jadwal pelaksanaan dan penerima manfaat agar dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan dan peternak.

 

Reporter: Fauzan Arif Satrio