JATIMNET.COM, Surabaya – Tingginya harga jagung untuk pakan ternak mendorong Perusahaan Umum Bulog menggelontor melalui jagung impor. Salah satunya dengan memperkuat jagung sisa impor sebanyak 20.000 ton yang akan tiba 16 Februari 2019.

"Harga jagung untuk pakan ternak saat ini di pasaran masih berkisar Rp 5.700-Rp 5.800 per kilogram. Nantinya kami akan melepas harga jagung di kisaran Rp 4.000 per kilogram,” kata Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Timur Muhammad Hasyim, Minggu 13 Januari 2019.

Melonjaknya harga jagung untuk pakan ternak ini juga menyebabkan harga telur ayam ras dan daging ayam ras naik. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur inflasi Desember 2018 keduanya menjadi komponen inflasi.

Telur ayam ras persentasenya 18 persen dengan andil telur 0,14 persen. Sedangkan daging ayam ras sebesar 4,23 persen dan memiliki andil inflasi 0,05 persen.

BACA JUGA: Pemerintah Impor 100 Ribu Ton Jagung Buat Pakan Ternak

“Kisaran harga jagung untuk pakan ternak saat ini banyak dikeluhkan peternak yang berimbas pada melonjaknya harga telur ayam ras dan daging ayam ras,” terang Hasyim.

Bulog Divre Jatim menegaskan bahwa kuota impor jagung telah dikontrol oleh kantor pusat. Pihaknya hanya mendapat kuota 20.000 ton untuk persebaran di beberapa wilayah.

Hasyim juga menegaskan impor jagung untuk pakan ternak ini tidak ada sistem pembagian kuota di beberapa wilayah. Meskipun ada sejumlah daerah sudah memesan jagung untuk pakan ternak, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Bali.

“Sudah ada yang memesan seperti Bulog Bali, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Prinsip kami, monggo (silahkan), karena instruksi kepada kami tidak ada pembatasan kuota,” ungkapnya.

BACA JUGA: Jagung Impor Di Jatim Untuk Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak

Diterangkan bahwa impor jagung ini akan masuk melalui pintu Terminal Teluk Lamong. Bulog Divre Jatim telah menyewa gudang curah kering untuk menerima impor food grain (biji-bijian bahan makanan), seperti jagung dan kedelai.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mengatakan belum mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak di Jawa Timur, meskipun produksi jagung masih surplus.

Produksi jagung di Jatim pada tahun 2018 mencapai 6.543.359 ton pipilan kering, atau naik jika dibanding produksi tahun 2017 yang mencapai 6,2 juta ton jagung pipilan kering. Sementara kebutuhan pangan di Jatim mencapai 122.724 ton, atau surplus 6,4 juta ton jagung pipilan kering.