Bukalapak Pastikan Tak Ada Data Pengguna yang Diambil

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Selasa, 19 Maret 2019 - 14:40

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 13 juta data akun pengguna situs belanja online Bukalapak, dilaporkan telah dibajak oleh peretas asal Pakistan. Total ada enam situs populer dunia yang data penggunanya telah dibajak dan dijual di web gelap.

Bukalapak mengonfirmasi bahwa memang ada upaya untuk meretas Bukalapak beberapa waktu yang lalu. Namun dipastikan tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil didapatkan.

“Kami selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak, demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna, dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan. Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital,” kata Intan Wibisono selaku Head of Corporate Communications Bukalapak dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa 19 Maret 2019.

BACA JUGA: 13 Juta Data Pengguna Bukalapak Dibajak Peretas Pakistan

Intan menambahkan bahwa Bukalapak selalu mengimbau para pengguna Bukalapak untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi. Ganti password anda secara berkala serta aktifkan Two-Factor Authentication (TFA) yaitu fitur yang diperuntukkan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali.

“Kami juga menyarankan pengguna untuk menjaga kerahasiaan password  dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak,” katanya.

Dia menegaskan Bukalapak akan selalu bekerja sama dengan para pengguna demi kenyamanan bertransaksi. Bukalapak juga mengedepankan transparansi untuk memastikan kepercayaan penggunanya di Bukalapak.

BACA JUGA: Bos Bukalapak Kena Sepak

Seperti ditulis sebelumnya, selain Bukalapak, peretas juga membobol data pengguna di Youthmanual, sebuah aplikasi yang membantu dalam mencari jurusan perguruan tinggi dan platform karir Indonesia. Akun yang dibobol sebanyak 1,12 juta akun.

Yang terakhir adalah GameSalad, platform pembelajaran online ini telah dibajak 1,5 juta akun.  Untuk situs Bukalapak, pelanggaran data privasi dilakukan pada Juli 2017 lalu dan baru dirilis sekarang. Data yang dicuri meliputi email, username, nama, detail pembelanjaan, alamat IP serta password akun.

BACA JUGA: Bos Buka Lapak Minta Maaf Setelah #UninstalBukaLapak Banjiri Twitter

Adapun situs lain, masih tergolong fresh yaitu diretas di bulan Februari 2019. Tiga web lainnya adalah Lifebear yang akunnya dibajak sebanyak 3,86 juta akun, toko buku online EstanteVirtual sebanyak 5,45 juta akun dibajak serta Coubic, yang dibajak 1,5 juta akun.

Pelaku peretasan ini adalah seorang hacker asal Pakistan yang dikenal dengan nama Gnosticplayers, menurut The Hacker News, Senin 18 Maret 2019.

Baca Juga

loading...