Begini Ngabuburit ala Pendekar Pencak Silat

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Jumat, 10 Mei 2019 - 21:20

JATIMNET.COM, Probolinggo – Ngabuburit atau mengisi waktu berbuka puasa biasanya dilakukan dengan kegiatan yang tidak menguras energi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi para pendekar dari Gerakan Silat Muslimin Indonesia (Gasmi) Probolonggo.

Mereka malah berlatih pencak silat dan mengasah jurus-jurus yang telah diajarkan sembari menunggu azan magrib berkumandang.

Seperti yang dilakukan para pendekar muda, di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini. Mereka mulai berlatih pukul 16.00 hingga 17.30 WIB.

BACA JUGA: Banyak Jalan Menanti Berbuka

Beragam jurus mereka tunjukkan seperti pukulan, tendangan, sapuan hingga bantingan. Semuanya sengaja mereka asah, agar seni pencak silat Gasmi semakin berkembang bisa berprestasi ketika ada kompetisi.

Sekadar informasi, Pencak Silat Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (Gasmi) awalnya berasal dari daerah Kediri, Jawa Timur sekitar tahun 1915 yang lahir dari lingkungan pesantren.

Organisasi ini didirikan oleh KH Manaf Abdul Karim, yang merupakan salah seorang tokoh ulama, dari berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri. Pada eratahun 1960-an, Gasmi kemudian dipopulerkan oleh seorang santri yang berjuluk sirambut api atau disebut juga si-santri gondrong.

BACA JUGA: Sensasi Menanti Berbuka dengan Pesawat Terbang di Atas Kepala

Santri dimaksud yakni, KH Abdullah Maksum Jauhari yang akrab disapa Gus Maksum Jauhari. Untuk di Probolinggo sendiri, Pencak Silat Gasmi baru berdiri sekitar 20 Februari 2019. Sosok pendekar, yang rela meluangkan waktunya untuk membagikan ilmu dan keahliannya kepada masyarakat yakni Briptu Doni Eka Pranata.

Pemuda berusia 28 tahun tersebut, merupakan seorang anggota Polri muda yang bertugas di Satuan Lalu Lintas, Polres Probolinggo Kota.

Kepada Jatimnet.com, Briptu Doni mengaku sengaja memopulerkan dan mengembangkan Pencak Silat Gasmi di Probolinggo karena merupakan bagian seni bela diri tradisional yang berasal dari Jawa Timur.

BACA JUGA: Membuang Waktu, Menunggu Buka Puasa di Jembatan Suroboyo

Harapannya, ke depan anak didiknya bisa menorehkan segudang prestasi baik di kancah lokal maupun nasional. Dikatakan Doni, meski baru seumur jagung ia bersyukur muridnya Burhanuddin (19), sudah bisa menorehkan prestasi di Ajang Bhayangkara Fun Fight Kick Boxing 2019, di Jember.

“Meski masih baru di Probolinggo, tapi sudah bisa mengukir prestasi. Semoga ke depan semakin lebih baik, dan banyak pemuda yang mau belajar Pencak Silat Gasmi,” katanya.

BACA JUGA: Ngabuburit Asyik di Tepi Pantai Bohai Probolinggo

Riska salah seorang pendekar muda perempuan mengaku tertarik belajar pencak silat Gasmi. Meski menguras banyak tenaga dan merasakan sakit di tubuhnya karena pukulan saat berlatih. Hal itu menjadikannya merasa semakin kuat dan tangguh.

“Capek sih, kadang ya badan sakit-sakit saat bertanding dengan teman. Tapi bagus kok, bisa membuat diri semakin percaya diri dan tangguh,”ungkapnya.

Sementara itu, Doni menyampaikan, waktu latihan Pencak Silat Gasmi biasanya digelar setiap Jum’at dan Minggu. Semenjak berdiri di Probolinggo banyak anak muda yang tertarik untuk belajar Pencak Silat ini.

Baca Juga

loading...