Bank Dunia Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Rabu, 24 April 2019 - 12:44

JATIMNET.COM, Jakarta – Laporan terbaru Bank Dunia memproyeksikan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik, yang masih dipengaruhi tantangan global.

Perlambatan itu membuat pertumbuhan di kawasan diproyeksikan sebesar enam persen pada 2019 dan 2020, atau turun dari pencapaian 6,3 persen pada 2018.

Laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2019, Rabu 23 April 2019, menyatakan salah satu pengaruh pelemahan ini disebabkan melambatnya ekonomi Cina.

Meski demikian, kinerja perekonomian di kawasan ini masih tetap kuat seperti ketika mampu menahan gejolak pasar keuangan pada 2018 lalu.

BACA JUGA: BI Pantau Dampak Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Inflasi

Kemampuan mengatasi gejolak itu diakibatkan oleh kerangka kerja kebijakan yang efektif dan fundamental yang kuat. Termasuk diversifikasi ekonomi, nilai tukar yang fleksibel, dan penyangga kebijakan yang solid.

Selain itu, permintaan domestik tetap kuat di sebagian besar kawasan ini, yang mampu mengimbangi dampak melambatnya kinerja ekspor.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengatakan pertumbuhan di kawasan telah membantu upaya penurunan tingkat kemiskinan yang saat ini salah satu terendah sepanjang sejarah.

Bank Dunia memproyeksikan tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah ini akan turun di bawah tiga persen hingga 2021.

Perekonomian Asia Timur tahun ini diprediksi tetap kuat menahan gejolak keuangan seperti yang terjadi tahun kemarin.

“Pada saat yang sama, setengah miliar penduduk di kawasan ini tetap tidak aman secara ekonomi, dan berisiko kembali jatuh dalam kemiskinan, yang menjadi pengingat besarnya tantangan para pembuat kebijakan,” katanya.

Dalam laporan ini, Bank Dunia memperkirakan perlambatan ekonomi Cina yang terkelola melalui kebijakan membuat negara ini hanya tumbuh 6,2 persen pada 2019 dan 2020, turun dari 6,6 persen pada 2018.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Malaysia tidak akan berubah pada 2019, sedangkan kegiatan ekonomi di Thailand dan Vietnam tumbuh sedikit lebih rendah.

BACA JUGA: Harga Perhiasan Jatuh, Pengaruhi Nilai Ekspor Maret

Sementara itu, penundaan pengesahan anggaran pemerintah nasional di Filipina diperkirakan akan membebani pertumbuhan tahun ini, meski akan kembali meningkat pada 2020.

Prospek pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang lebih kecil juga tetap baik, seperti Laos dan Mongolia. Kedua negara terbantu proyek infrastruktur besar, dan Myanmar yang dipengaruhi kebijakan fiskal serta reformasi struktural.

World Bank Acting Chief Economist for the East Asia and Pacific, Andrew Mason mengingatkan adanya upaya untuk mengatasi ketidakpastian yang masih bisa melanda kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Ketidakpastian global itu mencakup perlambatan ekonomi lebih lanjut di negara maju, pelemahan di Cina dan ketegangan dari perang dagang. “Tantangan yang terus berlanjut ini perlu dikelola secara aktif,” ujarnya.

Baca Juga

loading...