Logo

Bakesbangpol Jatim Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Demo dan Ancaman Pembakaran Mal

Reporter:,Editor:

Selasa, 04 August 2026 08:19 UTC

Bakesbangpol Jatim Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Demo dan Ancaman Pembakaran Mal

Kondisi mall di Surabaya mulai dipasang pagar tinggi sebagai bentuk peremajaan bangunan, Selasa, 4 Agustus 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait isu demonstrasi besar yang disebut-sebut berpotensi ricuh hingga kabar ancaman pembakaran sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya.

Menurut Eddy, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Meski demikian, ia memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Jawa Timur hingga saat ini tetap aman, nyaman, dan kondusif.

"Pertama, bahwa memang kita harus selalu waspada dengan situasi apa pun. Alhamdulillah hari ini bentuk solid atau kekompakan Forkopimda, TNI, Polri, Pemda, dan semua stakeholder untuk selalu menjaga dan waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Namun, kita harus juga menyampaikan ke publik bahwa saat ini Jawa Timur, Indonesia, aman dan kondusif," kata Eddy di Surabaya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Eddy mengungkapkan, masih ada kelompok tertentu yang sengaja menyebarkan informasi palsu melalui media sosial untuk memicu keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak langsung mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

"Kalau ada potensi-potensi itu, memang ada kelompok-kelompok yang melontarkan hoaks, informasi-informasi yang tidak benar. Tapi kita tetap harus waspada," ujarnya.

 

Ribuan Konten Hoaks Dilaporkan

Bakesbangpol Jawa Timur, lanjut Eddy, secara rutin memantau penyebaran berbagai konten bermuatan hoaks, ujaran kebencian, hingga penipuan digital yang beredar di dunia maya. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital untuk ditindaklanjuti melalui pemblokiran atau penghapusan konten.

Ia menyebut jumlah laporan dari Jawa Timur tergolong tinggi. Bahkan, dalam kondisi tertentu, konten yang diusulkan untuk diturunkan pernah mencapai ribuan unggahan.

"Yang melakukan take down itu Kementerian Kominfo. Dari Jawa Timur ada yang dikirim ke sana dan nanti kementerian yang melakukan take down. Pernah sampai ribuan," katanya.

Menurut Eddy, konten yang dilaporkan tidak hanya berupa video hoaks, tetapi juga mencakup ujaran kebencian hingga berbagai modus penipuan yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Macam-macam. Ada yang membuat video hoaks lalu disampaikan ke publik, ujaran kebencian, sampai bisnis bodong. Banyak sekali, sehingga tugas kita sekarang cukup berat untuk mengantisipasi," ujarnya.

 

Bantah Isu Ancaman Pembakaran Mal

Eddy juga menepis isu yang beredar mengenai ancaman pembakaran sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk yang dikaitkan dengan Pakuwon Group. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Menurutnya, pihak pengelola pusat perbelanjaan telah memberikan klarifikasi bahwa aktivitas yang sempat menjadi perhatian publik merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan fasilitas, bukan karena adanya ancaman keamanan.

"Kemarin kan sudah dijawab sama dari Pakuwon bahwa memang itu adalah pemeliharaan. Kita sampaikan ke publik bahwa saat ini Jawa Timur aman, nyaman, dan kondusif. Pemerintah solid untuk menjaga masyarakat. Masyarakat jangan sampai khawatir, tenang, tetap hidup seperti biasanya. Jangan terprovokasi dengan informasi hoaks yang ada di media sosial saat ini," katanya.

 

Minta Warga Kibarkan Merah Putih Penuh

Selain itu, Eddy juga menanggapi beredarnya ajakan mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang. Ia mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar masyarakat tetap mengibarkan bendera Merah Putih secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menilai ajakan tersebut merupakan bagian dari upaya segelintir pihak yang ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

"Pemerintah akan merespons secara profesional, tetap waspada, dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa itu adalah ulah sekelompok orang yang membuat suasana bangsa dan negara menjadi tidak nyaman," ujarnya.

Di sisi lain, Eddy memastikan kerukunan masyarakat di Jawa Timur tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota selama ini mampu menjadi ruang dialog dalam menyelesaikan berbagai perbedaan yang muncul di masyarakat.

"Alhamdulillah kerukunan umat beragama di Jawa Timur sangat solid. FKUB provinsi dan kabupaten/kota semuanya sangat kuat. Permasalahan antarumat beragama sangat kecil dan kalaupun ada perbedaan pendapat, bisa diselesaikan dengan baik," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai forum dialog agar setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka dan diselesaikan bersama. Langkah tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang penyebaran hoaks maupun berbagai bentuk provokasi di media sosial.