Kamis, 11 September 2025 08:00 UTC

Petugas kesehatan di Kabupaten Sampang saat melakukan kegiatan imunisasi kepada seorang anak. Foto: Dinkes KB Sampang
JATIMNET.COM, Sampang – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang mencatat kenaikan signifikan kasus campak pada awal September 2025.
"Pada Agustus lalu, jumlah kasus campak di Sampang 433 kasus, dan di awal September ini meningkat jadi 653. Artinya, selama kurang lebih dua pekan ada penambahan sebanyak 220 kasus suspek campak," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat, Kamis 11 September 2025.
Ia menjelaskan, dari ratusan kasus campak tersebut paling banyak ditemukan di wilayah Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, dan di Kecamatan Omben. Indikatornya, karena tingkat penularannya paling cepat dibandingkan wilayah lain di Sampang.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas Dinkes KB bersama pemangku wilayah telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal. Tujuannya, sebagai upaya penanggulangan agar kasus campak tidak semakin meluas.
BACA: Ratusan Anak di Sampang Terserang Campak, Satu Pasien Meninggal Dunia
Target utama imunisasi massal ORI adalah anak-anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun. Pemberian imunisasi tambahan MR (campak dan rubella) akan dilakukan serentak di seluruh kecamatan mulai 15 September 2025.
"Upaya pemantauan ketat juga terus dilakukan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan di desa dilibatkan untuk memantau serta melaporkan perkembangan kasus ini secara rutin," kata Samsul.
Ia mengajak warga menjadi garda terdepan dalam memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Menurutnya, peran serta seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah, RT/RW, tokoh agama hingga sekolah sangat diperlukan untuk mendukung program imunisasi campak rubella.
BACA: Hari Kedua, Imunisasi Campak di Sumenep Capai 15,1 Persen dari 73.969 Sasaran
Pihak Dinkes optimis, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan (nakes), dan partisipasi masyarakat dapat menekan penyebaran campak di Kota Bahari.
Ia juga mengimbau warga untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
"Pola hidup sehat sepeti menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan atau setelah bepergian, dapat mencegah dan terbebas dari penyakit," jelas Samsul.
