Senin, 02 November 2026 07:31 UTC

Kapolres Jombang bersama Bupati Jombang saat mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana, Senin, 2 November 2026. Foto: Muhammad Yusuf/Jatimnet
JATIMNET.COM, Jombang – Polres Jombang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana alam menjelang musim hujan. Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam dan Gelar Sarana Prasarana Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Jombang, Senin, 2 November 2026.
Melalui kegiatan tersebut, kepolisian, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait memastikan kesiapan personel maupun peralatan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Langkah ini sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan keadaan darurat.
Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto P memimpin apel bersama Bupati Jombang Warsubi. Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Dandim 0814 Jombang, Sat Radar 405, Administratur Perhutani KPH Jombang, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Kepala PDAM, Ketua Semar Kabupaten Jombang, pejabat utama Polres Jombang, serta para kapolsek jajaran.
Dalam arahannya, Yanto mengingatkan bahwa Kabupaten Jombang memiliki sejumlah potensi bencana alam yang perlu diantisipasi, terutama ketika memasuki musim penghujan.
Ancaman tersebut meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berbagai kejadian itu berpotensi mengancam keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta menghambat aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
"Serta bencana lainnya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan mengganggu aktivitas sosial maupun perekonomian," katanya.
Menurut Yanto, seluruh unsur terkait perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini agar dapat merespons bencana secara cepat dan tepat. Kesiapan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga pemerintah daerah, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat.
“Apel tanggap bencana yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Jombang,” terangnya.
Prioritaskan Keselamatan Warga Saat Evakuasi
Dalam kesempatan tersebut, Yanto menekankan pentingnya pemetaan kawasan rawan bencana dan deteksi dini. Kedua langkah itu perlu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mempercepat penanganan apabila muncul tanda-tanda bencana.
Dia juga meminta seluruh petugas mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap tindakan, terutama ketika melakukan evakuasi. Petugas harus memastikan proses penyelamatan berlangsung cepat, terencana, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Utamakan keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas. Laksanakan langkah evakuasi secara cepat, terencana, dan humanis, khususnya terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas,” pesannya.
Selain kesiapan personel, Yanto meminta seluruh instansi memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, dan kelompok relawan. Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai potensi bencana dapat tersampaikan dengan cepat dan penanganannya berjalan lebih efektif.
Dia mengingatkan agar setiap instansi tidak bekerja secara terpisah. Sinergi antarlembaga menjadi modal penting untuk menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Saya mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Jadikan sinergitas dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap potensi bencana. Kita harus selalu siap, karena bencana tidak dapat diprediksi secara pasti kapan dan di mana akan terjadi,” pintanya.
Kapolres menambahkan, kecepatan merespons laporan, ketepatan mengambil tindakan, dan koordinasi yang solid sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana. Kesiapan tersebut juga dapat membantu menekan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat kerusakan.
"Kami berharap seluruh elemen dapat terus meningkatkan kepedulian, kesiapsiagaan, dan kerja sama demi mewujudkan Kabupaten Jombang yang tangguh bencana serta memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat," pungkasnya.
