Dari 81 alat deteksi bencana dini, hanya 46 yang berfungsi.

Alat Deteksi Bencana Kurang, Jatim Perkuat Desa Tangguh 

Baehaqi Almutoif

Kamis, 4 April 2019 - 17:39

JATIMNET.COM, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memetakan, setidaknya ada 12 ancaman bencana alam tersebar di 2.742 desa rawan bencana, yang telah didata oleh BPBD Jatim. 

Namun early warning system atau sistem pendeteksi dini bencana alam di Jawa Timur hanya tersedia 81 desa.

"Hanya 81 itu yang fungsi mungkin 46. Karena letaknya ada diberbagai titik pelosok. Ada early warning, banjir, stunami dan tanah longsor. Letaknya dilokasi bahaya," ujar Kepala BPBD Jawa Timur Suban Wahyudiono, Kamis 4 April 2019. 

Keberadaan alat pendeteksi dini bencana ini masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jawa Timur. "Tapi nanti early warning kami selesaikan," tegasnya. 

BACA JUGA: Lahan Relokasi Rumah Rawan Bencana Belum Tersedia

Sebagai provinsi yang berada di antara lempeng Indonesia dengan Australia membuatnya rawan gempa bumi. Belum lagi tujuh gunung api yang mengancam, serta potensi tsunami di 3.948 kilometer di pesisi pantai. 

Dari sisi iklim, ancaman bencana hidrometeologinya juga tinggi. Banjir dan tanah longsor selalu mengancam saat musim hujan tiba.

Sementara, untuk mengatasi kekurangan alat pendeteksi bencana, Suban mengaku telah membentuk desa-desa tangguh yang siaga bencana.

Desa yang sudah dipetakan ini, dapat mandiri ketika menghadapi bencana. Mereka tahu harus bagaimana saat terjadi bencana. 

BACA JUGA: Rawan Bencana, Kemendagri Minta Ada Lembaga Mitigasi di Daerah

"Kan tangguh bencana bisa mandiri di dalam sikapi bencana dan pascanya seperti apa. Jadi orang tangguh bencana sudah tahu situasi bencana," urainya. 

Terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rapat terbatas sudah dilakukan guna membahas titik-titik kerawanan bencana alam.

Soal alat pendeteksi bencana, ia mengaku lebih mengedepankan langkah preventif seperti membentuk masyarakat yang tangguh. 

"Kalau early warning system sebetulnya kita lebih berharap bahwa proses untuk melakukan langkah-langkah preventif berbasis masyarakat jadi ada desa tangguh ada tiga ratusan lebih desa tangguh," kata Khofifah. 

BACA JUGA: Pengungsi Bencana Palu Tolak Relokasi

Sejauh ini, telah ada 310 desa tangguh, dan kampung siaga bencana. Jumlah tersebut bakal terus bertambah, mengingat masih banyak desa yang masuk kategori rawan bencana.

Gubernur mencatat, sebanyak 2.700 lebih desa yang masuk kategori rawan bencana.

Baca Juga

loading...