Logo

‎Aksi Spontan Jogo Probo, Ribuan Warga Tenggelamkan Demo Aliansi LSM

Masyarakat Lelah dengan Kegaduhan Tanpa Solusi
Reporter:,Editor:

Senin, 05 January 2026 06:27 UTC

‎Aksi Spontan Jogo Probo, Ribuan Warga Tenggelamkan Demo Aliansi LSM

Ratusan warga yang menamakan diri Jogo Probo saat melakukan aksi di depan Kantor Pemkab Probolinggo, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Ratusan warga yang tergabung dalam kelompok bernama Jogo Probo secara spontan memadati kawasan depan Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Senin, 5 Januari 2026. Kehadiran warga tersebut disebut-sebut berlangsung tanpa komando resmi dan menarik perhatian publik.

Aksi spontan itu dipicu oleh beredarnya informasi mengenai rencana demonstrasi yang dilakukan Aliansi LSM. Sejumlah warga menilai aksi-aksi dari pihak yang menamakan diri LSM kerap memicu kegaduhan dan dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kepentingan masyarakat luas.

Situasi di lokasi pun berubah. Aksi yang dilakukan Aliansi LSM justru terlihat tenggelam di tengah kerumunan warga Jogo Probo yang memenuhi area depan kantor pemerintahan.

BACA: Terjual Murah, Penebangan Ratusan Pohon Revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo Dilaporkan ke Polisi

Dalam aksi tersebut, warga secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Mayoritas menolak aksi-aksi demonstrasi yang dinilai kontraproduktif dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta stabilitas daerah.

Rudy, salah satu peserta aksi, mengatakan bahwa kehadirannya bersama warga lain merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat. Menurutnya, aksi demonstrasi yang terlalu sering dilakukan ke pemerintah daerah kerap tidak disertai solusi konkret.

“Kami hadir karena sudah lelah dengan kegaduhan. Demo terus-menerus, rasanya tidak lagi untuk kepentingan rakyat. Terlalu banyak kepentingan pribadi dan kelompok,” ujarnya.

 

Warga yang tergabung dalam Jogo Probo saat membawakan spanduk tuntutan mereka yang berlangsung secara spontan, Senin, 5 Januari 2026. Foto: Zulafif

 

Rudy menegaskan, masyarakat menginginkan suasana daerah yang aman dan kondusif agar program pembangunan dapat berjalan dengan optimal.

"Kritik seharusnya disampaikan dengan cara yang sehat dan membangun, bukan melalui tekanan massa yang justru menimbulkan keresahan," tegasnya.

Koordinator Lapangan aksi Jogo Probo, Imron, menyampaikan hal senada. Ia menyebut kehadiran ratusan warga tersebut sebagai wujud kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Probolinggo.

Menurut Imron, aksi warga merupakan simbol “pagar betis” rakyat yang siap menjaga daerahnya dari potensi konflik dan instabilitas sosial.

BACA: Aliansi LSM Tak Hadiri Undangan Wali Kota Probolinggo Soal Klarifikasi Pungutan PTT

“Kami tidak digerakkan oleh siapa pun. Ini murni suara hati masyarakat. Probolinggo adalah rumah kami, dan kami ingin rumah ini tetap aman dan nyaman,” katanya.

Imron juga mengimbau kelompok-kelompok yang kerap menggelar aksi unjuk rasa agar melakukan evaluasi diri dan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap aksi yang dilakukan.

Ia menilai, kehadiran warga dalam jumlah besar menjadi sinyal bahwa masyarakat menginginkan suasana daerah yang lebih tenang dan kondusif.

“Hari ini masyarakat datang dengan jumlah besar. Jika kegaduhan terus dipelihara, jumlah itu bisa lebih besar lagi," pungkasnya dengan nada tegas.