Logo

Belasan Tahun Sungai di Lumajang Diduga Tercemar Limbah Peternakan

Reporter:,Editor:

Jumat, 24 July 2026 05:00 UTC

Belasan Tahun Sungai di Lumajang Diduga Tercemar Limbah Peternakan

Pipa yang diduga sebagai saluran pembuangan limbah peternakan yang menyebabkan sungai di antara Desa Sukorejo, Pasrujambe – Desa Sarikemuning, Senduro, Lumajang sering kali menjadi keruh dan mengeluarkan bau menyengat. Foto: Cong Budie.

JATIMNET.COM, Lumajang – Warga mengeluhkan kondisi aliran sungai yang melintasi wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, dengan Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Air sungai tersebut kerap berubah keruh dan mengeluarkan bau menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah peternakan ayam broiler.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan perubahan warna air dan bau tidak sedap paling sering terjadi pada sore hingga malam hari.

"Sering berubah warna dan baunya tajam pada sore dan malam hari. Warga resah karena air sungai masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, hingga mengairi sawah," ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Keluhan warga semakin besar karena sungai tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber air, tetapi juga menjadi lokasi wisata tubing di wilayah Desa Pagowan.

Berdasarkan penelusuran Jatimnet.com, limbah yang mencemari sungai diduga berasal dari peternakan ayam milik Siti Maimunah di Desa Sarikemuning. Limbah cair dan kotoran ternak diduga dialirkan langsung ke sungai melalui pipa.

Saat dikonfirmasi, Siti Maimunah tidak membantah praktik tersebut. Ia mengaku sengaja membuang limbah peternakannya ke sungai karena tidak memiliki tempat penampungan limbah.

"Karena tidak ada tempat untuk limbah. Selama ini juga tidak ada yang melarang dan tidak pernah ada masalah," katanya.

Siti juga menyebut praktik pembuangan limbah ke sungai tersebut telah berlangsung sekitar 12 tahun.

Atas kondisi itu, warga mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama aparat kepolisian segera turun tangan.