Sampah diselundupkan lewat impor industri kertas di Jawa Timur.

Aksi Ecoton Desak Australia Cegah Penyelundupan Sampah Plastik 

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 23 April 2019 - 08:48

JATIMNET.COM, Surabaya - Ecological Obsevations and Wetlands Conversation (ECOTON) melakukan aksi damai, mendesak Konsulat jenderal Australia Surabaya, agar menghentikan praktik penyelundupan sampah plastik, yang masuk lewat impor dari industri kertas di Indonesia.

Khususnya, di wilayah Jawa Timur (Jatim), yang limbahnya mencemari daerah aliran sungai Brantas.

"Kami mempunyai bukti bahwa dalam kiriman itu terdapat sampah plastik, sampah rumah tangga. Itu kami temukan selama observasi pada Februari hingga Maret 2019 lalu, kata Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi saat diwawancarai usai aksi bersama The Party Departement di Jalan Dokter Ir H Soekarno No 198 Klampis Ngasem Sukolilo - Level 3 ESA Sampoerna Centre, Senin 22 April 2019.

Prigi mengungkapkan, Ecoton sudah melakukan observasi dengan melakukan pembelian kertas di beberapa perusahaan. Salah satunya dari pabrik industri kertas Eratama Mega Surya.

BACA JUGA: Pemkot Klaim Indeks Kualitas Udara Kota Surabaya Semakin Baik

"Nah, kami beli 1,5 ton dari perusahaan dan ternyata isinya adalah jenis sampah plastik rumah tangga hingga 40 persen," katanya.

Prigi juga mengungkapkan, bahwa pihaknya mengetahui bahwa beberapa pabrik kertas menjual sampah plastik ke masyarakat.

AKSI Ecoton mendesak Australia untuk bertindak mencegah penyelundupan sampah plastik yang dilakukan perusahaan eksportir kertas bekas dari negaranya.

Hal tersebut menurutnya melanggar peraturan UU  tentang pengelolaan sampah No 18/2008 , bahwa Indonesia tidak memperbolehkan impor sampah plastik.

Berdasarkan temuan itu, pihaknya akan berkirim surat ke Konsulat Australia, untuk melakukan audiensi.

Tujuannya, agar Australia melakukan upaya nyata untuk menghentikan praktik penyelundupan sampah.

BACA JUGA: Tekan Pencemaran Mikroplastik, DLH Gelar Patroli Sepanjang Sungai

Setelah aksi dan audiensi yang akan diajukan, pihaknya berharapa agar Australia menghormati negara Indonesia, dengan memperketat aturan impor sampah kertas bekas ke Indonesia, dengan tidak lagi mencampur atau bahkan menyelundupkan sampah plastik.

"Semoga tidak ada lagi sampah popok, bungkus makanan, bungkus personal care, plastik botol softdrink, cotton bud, tas kresek, dan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang lainnya," kata Prigi.

Selanjutnya, ia juga berharap agar Australia bertanggung jawab, atas dampak buangan sampah plastik yang selama ini dibuang di Das Brantas.

Misalnya seperti melakukan clean up atau pembersihan plastik, dan pemulihan kontaminasi mikroplastik di air Kali Brantas.

BACA JUGA: Begini Saran Ecoton soal Penanganan Sampah Plastik

Ecoton mencatat, tahun 2018 pabrik kertas di Jawa Timur membeli 50.000 ton kertas bekas dari australia melalui pelabuhan di Fremantle, Adelaide, Brisbane, Melbourne dan Sydney.

Salah satu perusahaan yang mengirim adalah  AWSwaste Recycling pty ltd suite 1/88 mccullough.

Baca Juga

loading...