AHY Tabur Bunga di Makam Bung Karno

Yosibio

Selasa, 9 April 2019 - 18:02

JATIMNET.COM, Blitar – Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menggelar ziarah ke makam Proklamator RI Soekarno, di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, Selasa 9 April 2019.

AHY, sapaannya, tiba di komplek makam Bung Karno (BK) sekitar pukul 12.00 WIB didampingi Ketua Umum DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo.

Putra Presiden ke-6 RI itu langsung menuju museum Bung Karno, yang terletak di sisi selatan komplek makam presiden pertama RI. AHY sempat menuliskan sejumlah pesan dan diantaranya mengobarkan semangat layaknya pesan pendahulu Indonesia.

BACA JUGA: AHY Beber Strategi Kampanye di Ponorogo

Usai berkeliling museum, rombongan melanjutkan salat duhur di Masjid R Soekeni Sosrodihardjo, yang berada di dalam areal makam BK. AHY yang selalu mengenakan pakaian warna biru ini, kemudian berziarah dan menggelar doa di makam Bung Karno.

Usai memanjaatkan doa yang berlangsung hampir setengah jam, AHY menyampaikan tujuan berziarah di pusara pendiri republik ini. Salah satu di antaranya mengingatkan kembali pentingnya mengedepankan persatuan di atas keberagaman bangsa Indonesia.

“Mari kita kembali ke semangat perjuangan Bung Karno. Tadi saya baca sangat baik revolusi harus dipelihara dan dikembalikan kepada relnya. Artinya, semangat perjuangan itu tidak boleh bias. Dan kita mengedepankan persatuan di atas keragaman yang dimiliki Indonesia,” jelas AHY kepada wartawan.

BACA JUGA: AHY Tepis Anggapan Telah Ada Deal Politik dengan Capres

Dia mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa, harus terus mendapatkan pelajaran-pelajaran berharga yang telah diturunkan oleh Bung Karno. Nilai-nilai luhur tentang kebangsaan, keindonesian, nasionalisme, patriotisme dan cita-cita besar rakyat Indonesia, yang semakin adil dan semakin makmur hidupnya.

“Nilai-nilai itu harus kita pelihara selamanya," tegas AHY.

Menurutnya, nilai-nilai itu akan terus relevan meski saat ini masyarakat hidup di dalam tantangan zaman yang berbeda dibandingkan ketika Bung Karno memperjuangkan kemerdekaan RI.

“Mewarisi nilai-nilai tersebut di zaman yang semakin modern ini, justru saya melihat relevansi semangat persatuan dan kesatuan Indonesia ini menjadi semakin penting,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...