JATIMNET.COM, Ponorogo – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeber strategi yang partainya saat melakukan kampanye akbar di Aloon-aloon Ponorogo Senin sore 8 April 2019.

Partai Demokrat, menurutnya, menjalankan strategi double track atau strategi rel ganda. Strategi tersebut diterapkan pemilihan umum legislatif pada 17 April 2019, berjalan sukses.

“Secara pararel di track pertama kami ingin meyakinkan bahwa pemilihan umum legislatif dari internal partai berjalan sukses,” Kata AHY, sapaannya saat ditemui di Aloon-aloon Ponorogo usai kampanye akbar.

BACA JUGA: Di Ponorogo AHY Jelaskan Surat Terbuka SBY 

Ia menyakinkan bahwa pemilihan umum legislatif bisa sukses dan bisa menargetkan suara seperti pada tahun 2014. Partai Demokrat menargetkan suara bisa lebih dari 10 persen secara nasional.

“Tapi kami berharap bisa lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun 2014, meskipun tantangan hari ini jauh lebih sulit dibanding sebelumnya,” tuturnya.

AHY menjelaskan tantangan lebih berat ini karena pemilu 17 April nanti akan dilaksanakan secara berbarengna antara pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Selain itu, pada pemilu kali ini Partai Demokrat tidak memiliki kandidat capres dan cawapres.

Sedangkan untuk track kedua yang dimaksud AHY adalah partai Demokrat akan terus berkomitmen bahwa pada pilpres nanti tentunya akan tetap berkoalisi dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

BACA JUGA: AHY Tepis Anggapan Telah Ada Deal Politik dengan Capres

“Kami juga ingin meyakinkan pilpres juga sukses, Demokrat tentu berkoalisi dengan Prabowo-Sandi dan itu akan tetap kami jalankan,” imbuhnya.

Terkait beberapa hari sebelumnya, Ponorogo dihebohkan oleh salah satu caleg dari Partai Demokrat yang secara terang-terangan memasang dukungan pada paslon nomor 01 Jokowi-Ma’ruf dengan Alat Peraga Kampanye (APK) miliknya.

“Demokrat itu adalah partai yang sangat demokratis, konstituen kami sangat beragam dari Aceh sampai Papua. Luar biasa ragamnya, karena kami punya prinsip dasar nasionalis religious,” terangnya.