JATIMNET.COM, Ponorogo - Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan sebanyak 295 lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk memenuhi kuota pegawai Honorer K2.

Pembukaan pendaftarannya dimulai Senin 11 Februari 2019 kemarin hingga Sabtu 16 Februari 2019 melalui laman resmi sscnasn.bkn.go.id.

Pada tahap pertama pembukaan PPPK ini hanya akan ada 3 jenis formasi yang akan dibuka, yakni tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga harian lepas tenaga bantu (THL-TB) penyuluh pertanian.

BACA JUGA: Pemkab Ponorogo Coret Peserta CPNS

“Untuk tes tahap pertama PPPK, tidak semua K2 bisa ikut, terutama untuk bagian teknis belum bisa masuk di sini,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD), Winarko Arief saat ditemui di kantornya, di Jalan Alun-alun Utara, Selasa 12 Februari 2019.

Winarko menuturkan kuota masih-masing formasi berbeda. Paling banyak adalah tenaga pendidik atau guru. Rinciannya, 195 orang untuk tenaga pendidikan, 77 orang untuk tenaga THL-TB penyuluh pertanian, dan 23 orang untuk tenaga kesehatan.

BACA JUGA: Pendaftaran Tenaga Honorer PPPK Mulai Dibuka, Perhatikan Syaratnya

Menurut data hingga 2019 awal, jumlah honorer K2 yang ada di Ponorogo sebanyak 296 orang. Jumlah tersebut setelah 30 orang dari honorer K2 diterima menjadi PNS ketika mengikuti tes CPNS 2018 lalu. Jumlahnya sesuai dengan SK Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah yang terdaftar dalam database BKN 2013 dan masih aktif sampai sekarang.

Winarko mengatakan tes nanti akan menggunakan komputer. Bahkan, untuk tes wawancara pun akan tetap menggunakan komputer. “Untuk wawancara nanti tidak akan tatap muka secara personal, tapi peserta akan langsung berhadapan dengan komputer,” terangnya.

BACA JUGA: Pemkot Probolinggo Rekrut 23 Pegawai P3K

Pemkab Ponorogo telah menganggarkan dana sebesar Rp 8 miliar dalam APBN 2019. Dana tersebut untuk perekrutan tenaga PPPK beserta penggajiannya selama masa kontrak setahun ke depan.

Ditanya ihwal sistem kontrak PPPK setelah masa kerjanya habis, Winarko belum bisa menjelaskan.

Ia mengatakan sebetulnya PPPK ini sama halnya dengan PNS. Mereka juga akan diberi nomor induk pegawai. “Meski PNS, sebenarnya setiap tahun juga ada evaluasinya, ada juga tesnya. Mungkin ke depannya akan sama juga untuk PPPK ini,” pungkasnya.