JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo mendapatkan jatah 25 orang, dalam perekrutan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K). Wali Kota Probolinggo mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak mudah termakan janji-janji manis, terkait perekrutan P3K. Sebab rekrutmen berlangsung secara online dan menjadi wewenang pemerintah pusat.

 “Saya tegaskan, perekrutan ini betul-betul murni. Dan saya imbau masyarakat, berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh iming-iming tanpa kepastian,”kata Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin Kamis 7 Februari 2019 petang.

Ia menjelaskan, perekrutan P3K merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui turunnya surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB).

BACA JUGA: Sebanyak 80 ASN di Jatim Dipecat

Berdasarkan SK Menteri Pertanian/ MoU/Nota Kesepahaman antara Kementrian Pertanian dengan Pemerintah Daerah formasi yang ditetapkan dalam perekrutan di Kota Probolinggo, meliputi 21 tenaga guru dan 4 tenaga penyuluh pertanian. “Prioritas yang akan direkrut adalah karyawan Pemkot berstatus K2, yakni mereka yang bekerja di Pemkot bedasarkan SK wali kota. Namun, tidak menuntut kemungkinan warga yang tidak bekerja di Pemkot yakni PTT atau GTT bisa diterima,”lanjutnya.

Pendaftaran perekrutan P3K secara online, mulai dibuka per 8 hingga 16 Februari 2019 mendatang. “Perekrutan ini murni tes, dimana yang menentukan diterima atau tidak merupakan pemerintah pusat. Oleh karenanya, sekali lagi saya tekankan jangan sampai ada pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan,”tandasnya.

Wali Kota bahkan meminta masyarakat, agar tidak segan melaporkan apabila selama proses pendaftaran perekrutan P3K, ada pihak yang meminta imbalan dengan jaminan lolos dari seleksi.