ACT Iftar Bareng Ribuan Pengungsi Suriah di Lebanon

Muhammad Taufiq

Senin, 27 Mei 2019 - 21:36

JATIMNET.COM, Bekaa – Lembah telah berubah menjadi lokasi pengungsian terbesar di Lebanon. Mereka yang memadati lembah Bekaa antara lain pengungsi Suriah, yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya.

Menurut PBB pengungsi Suriah sudah mencapai 351.872 pengungsi yang masuk ke Lebanon dan menetap di Lembah Bekaa sejak 2018. Jumlah itu belum terhitung pengungsi yang masuk Beirut.

Sejauh ratusan kilometer menempuh perjalanan dari tempat tinggalnya di Suriah, mereka bertahan di pengungsian demi merasakan kehidupan yang lebih baik. Para pengungsi terusir akibat konflik berkepanjangan yang bisa membuatnya menjadi korban.

Hidup di Lebanon sebagai pengungsi tak memberikan kemudahan bagi mereka. Fakta menyebutkan, sebagian besar pengungsi Suriah hingga sekarang hidup dalam keterbatasan, bahkan di bawah garis kemiskinan.

BACA JUGA: Sahur Bareng Pemulung di Emperan Toko Kota Bandar Lampung

Mereka hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan. Terlebih selama bulan Ramadan ini banyak kebutuhan untuk memenuhi sahur dan berbuka puasa.

Pada pertengahan Ramadan, 21-22 Mei 2019, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama relawan Lebanon berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Suriah. Lewat kegiatan iftar bersama, ACT telah membagikan ribuan paket makanan siap santap untuk pengungsi di Lembah Bekaa dan Beirut, Lebanon.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR)-ACT menjelaskan, kegiatan iftar bersama yang berlangsung selama dua hari itu menyasar para pengungsi di dua lokasi sekaligus.

BACA JUGA: Paket Ramadan Untuk Warga Palestina, Syukron Indonesia!

Setiap harinya, makanan siap santap yang terdiri dari nasi kebuli, roti, sayuran, buah, kurma, dan air mineral disiapkan di dapur umum Indonesia, lalu dibagikan kepada para pengungsi.

“Relawan lokal ACT di Lebanon memberikan makanan siap santap kepada 400 pengungsi di setiap tempat per harinya. Sehingga, kalau dijumlahkan secara keseluruhan, ACT telah menjangkau 1.600 pengungsi di Bekaa dan Beirut,” kata Faradiba, seperti dikutip dari laman resmi ACT, Senin 27 Mei 2019.

Kegiatan iftar bersama yang digelar ACT menjadi upaya menjalin kebersamaan dengan para pengungsi Suriah. Tak hanya yang berada di Lebanon, mereka yang mengungsi di Turki pun mendapatkan layanan yang sama.

Setiap hari, ACT terus berupaya membersamai kaum muslim yang membutuhkan uluran tangan, terutama pada bulan Ramadan.

Baca Juga

loading...