Selasa, 17 March 2026 04:00 UTC

Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo memberangkatkan rombongan mudik gratis gratis, Selasa, 17 Maret 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 600 orang mengikuti mudik gratis yang digelar oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 saat menjelang Lebaran tahun ini.
Jumlah peserta tersebut relatif sama dengan tahun sebelumnya. Tidak adanya peningkatan jumlah peserta program ini dinilai karena banyak perusahaan BUMN lain yang juga menyelenggarakan kegiatan serupa.
Namun demikian, minat calon peserta mudik gratis oleh PTPN I Regional 5 cukup tinggi. Selama tiga hari pendaftaran, tercatat sekitar 1.047 orang yang mengajukan diri untuk mengikuti program ini.
“Setelah kami verifikasi ulang, yang benar-benar memastikan ikut sekitar 600 peserta,” kata Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, Selasa, 17 Maret 2026.
BACA: Jalan Tol Ruas Prosiwangi Dibuka Gratis Selama Arus Mudik Lebaran
Program mudik gratis yang digelar perseroan tersebut memiliki tujuan tujuh kota, di antaranya Banyuwangi, Yogyakarta, dan Semarang.
"Mudik bukan sekadar perjalanan ritual tahunan untuk pulang, tetapi perjalanan kembali ke asal-usul kita, bertemu keluarga dan orang-orang tercinta,” ujar Subagiyo.
Ia menjelaskan, melalui program ini pihaknya ingin membantu para perantau agar dapat berkumpul dengan keluarga tanpa harus menghadapi risiko perjalanan yang melelahkan maupun berbahaya.
“Banyak kebahagiaan yang mungkin terasa kecil di tempat asal kita, tetapi itu sangat berarti. Karena itu kami ingin memfasilitasi masyarakat untuk bisa memenuhi kerinduan bertemu keluarga dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
BACA: PTPN I Regional 5 Gandeng Penegak Hukum Bahas Tata Kelola Berkelanjutan
Menurut Subagiyo, program ini juga menjadi salah satu langkah untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas saat mudik. Terutama bagi masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan roda dua untuk perjalanan jarak jauh.
“Harapannya peserta yang ikut mudik hari ini benar-benar merasa aman. Mereka bisa pulang tanpa harus berdesak-desakan di perjalanan atau menggunakan kendaraan roda dua yang berisiko tinggi di jalan,” katanya.
