Lahan padi itu mengalami gagal panen akibat banjir.

305 Hektare Lahan di Ponorogo Puso, Petani Terima Bantuan 

Gayuh Satria Wicaksono

Kamis, 4 April 2019 - 08:32

JATIMNET.COM , Ponorogo – 305 hektare lahan padi di delapan kecamatan, Kabupaten Ponorogo, mengalami gagal panen atau puso, akibat banjir bandang di awal Maret lalu. Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo pun, berupaya memberikan bantuan berupa benih padi sebanyak 25 kilogram per hektare, dan subsidi pupuk.

Banjir akibat luapan air sungai kala itu, merendam total 1314 hektare lahan padi di Ponorogo.

“Yang kita usulkan untuk yang mendapat bantuan benih adalah lahan padi sejumlah 305 hektar tersebut, karena ini yang terkena dampak,” Kata Kepala Dinas Petanian Ponorogo Harmanto, Kamis 4 April 2019.

Harmanto menuturkan , saat ini Disperta sudah mem v eri f ikasi data petani yang terdampak dan telah diajukan kepada D isperta P rovinsi Jawa Timur . Sejumlah persyaratan seperti Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) , dan beberapa admin is trasi , juga sudah disampaikan kepada C adangan B enih N asional (CBN).

BACA JUGA: Pemprov Jatim Gandeng UGM Cari Penyebab Amblesnya Jalan Ponorogo-Pacitan

N anti nya, setiap petani yang lahannya mengalami puso akan mendapatk a n bantuan berupa benih padi sebesar 25 kilogram per hektare.

“Saat ini kita tinggal menunggu kapan benihnya datang saja,” imbuhnya.

Selain itu , Pemkab Ponorogo juga mengeluarkan dana tanggap darurat sebesar Rp 1,8 mil i ar. Dana ini diambil berdasarkan perhitungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) , dengan nilai penggantian Rp 6 juta untuk setiap hektar lahan padi.

“Sebenarnya bisa juga kita ambil dari perhitungan produktivitas harga dikalikan dengan luas lahan, harga padi sebesar 4100 dikali 6,7 ton dengan luas lahan 305 hektar hasilnya hamper Rp 9 mil i ar,” terangnya.

BACA JUGA: Ponorogo dan Empat Kiamat Lain yang Kontroversial

Sehingga diputuskan untuk menggunakan perhitungan berdasarkan AUTP agar tidak membebani pemerintah sebab jumlah petani yang sangat banyak.

Pemberian bantuan pun tidak berupa uang, melainkan dalam bentuk pupuk subsidi.

“Nanti perhitungannya kami akan membuat rinciannya, by name by address, sekiranya bulan juli, dan hanya yang terdampak saja, 305 hektar lahan,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...