Logo

19 Desa di Kabupaten Probolinggo Kekurangan Air Bersih

Tersebar di Tujuh Kecamatan, BPBD Petakan Wilayah Prioritas Penanganan
Reporter:,Editor:

Selasa, 25 August 2026 12:01 UTC

19 Desa di Kabupaten Probolinggo Kekurangan Air Bersih

Warga berkerumun untuk mendapatkan bantuan air bersih. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memetakan 19 desa yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih.

Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan selama musim kemarau berlangsung. Sebanyak 16 dusun yang tersebar di tujuh kecamatan masuk dalam pemetaan tersebut.

Tujuh kecamatan itu meliputi Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan, dan Tongas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pemetaan dilakukan untuk mengetahui kondisi setiap wilayah sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang memang harus terpenuhi, sehingga di musim yang kering ini menjadi perhatian kami,” kata Oemar, Selasa, 25 Agustus 2026.

BACA: 30 KK di Probolinggo Alami Krisis Air Bersih, BPBD Gerak Cepat Distribusi Bantuan 

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian BPBD antara lain Desa Paras, Tegalsono, Tegalwatu, Rejing, Tulupari, hingga Sumberkramat.

Oemar menjelaskan, persoalan kekurangan air di sejumlah wilayah tidak seluruhnya disebabkan oleh kekeringan. Gangguan jaringan perusahaan daerah air minum (PDAM) juga menjadi salah satu faktor yang menghambat pasokan air kepada masyarakat.

“BPBD dalam mengatasi kekeringan ini, sudah mulai memetakan beberapa desa yang menjadi atensi kami dalam hal mengatasi kekurangan air bersih di masyarakat,” jelasnya.

 

BPBD Mulai Distribusikan Bantuan Air Bersih

Untuk wilayah yang sudah mengalami kesulitan mendapatkan air, BPBD Kabupaten Probolinggo mulai menyalurkan bantuan menggunakan armada tangki air bersih.

Salah satu distribusi dilakukan di Dusun Lampekan, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan. BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 116 kepala keluarga atau sekitar 260 jiwa.

Sebelumnya, BPBD juga menyalurkan bantuan serupa ke Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas. Sebanyak 5.000 liter air bersih diberikan kepada 29 kepala keluarga atau 87 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

BACA: BPBD Kabupaten Probolinggo Grojok 5.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan 

Oemar menegaskan, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Pemerintah desa juga diminta segera melaporkan apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Kami terus melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan sebagai dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan air bersih, selama musim kemarau berlangsung,” ujarnya.

Selain kekeringan, BPBD juga mencermati wilayah yang mengalami gangguan jaringan PDAM. Di Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris, misalnya, BPBD pernah menyalurkan 6.000 liter air bersih setelah aliran PDAM terhenti.

Gangguan tersebut berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga.

Melalui pemetaan wilayah, BPBD Kabupaten Probolinggo berupaya melakukan penanganan sebelum kondisi berkembang menjadi krisis air bersih.

Wilayah yang mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan air akan terus dipantau. Dengan begitu, bantuan dapat diarahkan berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kami berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi melalui pendistribusian air bersih secara bertahap sesuai kondisi di lapangan,” pungkas Oemar.