Rabu, 06 May 2020 07:40 UTC

BANTUAN. Ipong saat menyalurkan bantuan kepada sejumlah warga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo. Foto: Gayuh
JATIMNET.COM, Ponorogo - Pemkab Ponorogo menyalurkan sejumlah Bantuan Sosial dari pemerintah pusat sebesar Rp 600 ribu kepada 16.302 warga Ponorogo yang ekonominya terdampak oleh pandemi SARS CoV-2 atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“16.302 orang ini adalah warga yang sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rabu 6 Mei 2020.
Bantuan yang dimaksud adalah warga yang sebelumnya tidak terdata dalam Progam Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) baik dari pusat maupun daerah. Sehingga warga yang mendapatkan adalah warga yang ekonominya benar-benar terdampak pandemi.
“Contohnya para penjual warung yang kini sepi, dan sejumlah tukang becak yang juga sepi penumpang,” Ipong melanjutkan.
BACA JUGA: Satu Lagi Santri Temboro Asal Ponorogo Dinyatakan Positif Covid-19
Ipong menerangkan jika bansos dari pemerintah pusat tersebut besarnya juga berbeda-beda, tergantung pada kemampuan lembaga pemerintah.
Sedangkan untuk besaran senilai Rp 600 ribu pemerintah pusat memberikan ancer-ancer untuk diberikan kepada masyarakat terdampak yang tinggal di perkotaan.
“Jadi yang mendapat bantuan ini adalah masyarakat miskin yang pendapatannya turun dibandingkan sebelum adanya pandemi,” terang Ipong.
Bahkan rencananya untuk masyarakat pedesaan ada alokasi khusus sebesar 25 persen dari dana desa agar dialokasikan sebagai bantuan sosial langsung tunai bagi warga terdampak pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Baru Pulang Dari Jakarta, Perempuan di Ponorogo Positif Covid-19
Namun sifatnya dana tersebut adalah plafon atau alokasi, sehingga jika memang di Desa tersebut tidak ada warga terdampak maka dana tersebut tidak perlu dihabiskan. “Bisa kembali kepada APBDes, untuk keperluan pembangunan desa,” ucap Ipong.
Sementara itu untuk penyaluran bansos senilai Rp 600 ribu tersebut, Pemkab Ponorogo menggandeng Kantor Pos untuk penyaluran bantuan, dimana diharapkan dalam satu minggu kedepan seluruh bantuan sudah tersalurkan kepada seluruh warga terdampak.
“Bansos ini akan kita saluran selama tiga bulan kedepan,” Ipong memungkasi.
