Jumat, 01 May 2026 08:15 UTC

Para atlit saat beradu kecepatan memanjat tebing. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Ratusan siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama sederajat memeriahkan Kejuaraan Panjat Tebing Kelompok Umur Piala Wali Kota Probolinggo yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Kota Probolinggo. Ajang ini menjadi langkah nyata dalam membina atlet muda sejak dini sekaligus memperkuat tradisi prestasi panjat tebing daerah.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo menggelar kompetisi tersebut selama dua hari, pada 1–2 Mei 2025, dengan melibatkan 158 peserta dari berbagai kelompok usia. Para atlet terbagi dalam kategori U9, U11, U13, U15, hingga U17 untuk putra dan putri.
Kejuaraan mempertandingkan nomor speed klasik pemula dan speed world record. Meski masih berusia belia, kemampuan peserta menunjukkan kualitas yang menjanjikan. Sejumlah atlet bahkan mampu menaklukkan dinding panjat setinggi 15 meter hanya dalam hitungan sekitar 10 detik.
BACA: Drama “Banjaranbanger” Tutup Rangakaian Harjakapro 2026
Tingginya partisipasi peserta sejak hari pertama mencerminkan besarnya minat generasi muda terhadap olahraga panjat tebing di Kota Probolinggo. Kondisi ini sekaligus menegaskan posisi daerah tersebut sebagai salah satu basis potensial lahirnya atlet panjat tebing berprestasi di Indonesia.
Salah satu peserta, Ahmad Faizal Ali, mengaku termotivasi mengikuti kompetisi tersebut sebagai sarana mengasah kemampuan.
“Latihannya harus lebih serius lagi. Saya ingin bisa menang di lomba berikutnya dan suatu saat ikut kejuaraan yang lebih besar,” ungkapnya.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menekankan bahwa kejuaraan usia dini memiliki peran penting dalam menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan. Kami ingin anak-anak ini ke depan bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
BACA: Basecamp Lokasi Latihan Terancam Dipindah, Atlet Panjat Tebing Kota Probolinggo Resah
Ia juga menyoroti rekam jejak prestasi panjat tebing Kota Probolinggo yang telah terbukti melalui raihan sembilan medali pada ajang PON sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui sistem pembinaan yang konsisten dan terarah.
Dengan banyaknya talenta muda yang mulai menunjukkan potensi besar, FPTI Kota Probolinggo optimistis mampu melahirkan generasi atlet baru yang dapat mengharumkan nama daerah serta Indonesia di level nasional maupun internasional.
