Logo

Satu Abad Gontor: Sepak Bola Jadi Sarana Pendidikan Karakter dan Dakwah Santri

Reporter:,Editor:

Minggu, 31 May 2026 11:30 UTC

Satu Abad Gontor: Sepak Bola Jadi Sarana Pendidikan Karakter dan Dakwah Santri

Laga Pembuka antara Gontor FC vs Timnas ALL Star di Darussalam Gontor Stadium, Minggu, 31 Mei 2026. Foto Satria

JATIMNET.COM, Ponorogo – Peringatan 100 Tahun atau Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial.

Melalui berbagai agenda olahraga, khususnya sepak bola, PMDG menunjukkan pembinaan karakter santri dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk di lapangan hijau.

 Hal tersebut terlihat dalam laga ekshibisi antara Gontor FC melawan Timnas All Star Nasional yang digelar sebagai salah satu agenda pembuka rangkaian peringatan satu abad Gontor.

Pertandingan tersebut menyedot perhatian masyarakat sekaligus menjadi simbol komitmen Gontor dalam mengembangkan potensi santri secara menyeluruh.

Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik maupun hiburan semata.

Menurutnya, sepak bola menjadi bagian dari proses pendidikan yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, serta semangat berprestasi kepada para santri.

“Santri yang belajar di Gontor pada dasarnya dipersiapkan menjadi kader umat dan pemimpin. Namun, jika ada yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang olahraga hingga bisa menjadi atlet nasional, tentu itu menjadi hal yang baik,” kata Hamid saat di ditemui di Gontor pada Minggu, 31 Mei 2026.

Hamid menjelaskan, PMDG tidak secara khusus mencetak atlet profesional. Namun, pondok memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat yang dimiliki.

Jika nanti ada santri atau alumni yang memilih berkarier di dunia olahraga, hal tersebut tetap menjadi bagian dari kontribusi mereka kepada masyarakat.

Menurutnya, olahraga juga dapat menjadi media dakwah yang efektif. Melalui kegiatan tersebut, para santri diajarkan untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Olahraga bukan sesuatu yang tidak penting. Melalui olahraga juga bisa menjadi pintu dakwah. Anak-anak berolahraga, kemudian tetap dibiasakan salat dan menjalankan nilai-nilai keislaman,” jelas Hamid.

Pembinaan olahraga di lingkungan pondok dilakukan secara terstruktur. Saat ini terdapat lebih dari sepuluh klub olahraga yang aktif berkompetisi dalam berbagai pertandingan internal. Setiap klub memiliki jadwal latihan dan kompetisi rutin sebagai bagian dari proses pendidikan santri.

“Setiap klub memiliki semangat dan loyalitas yang tinggi. Mereka bertanding secara berkala sebagai bagian dari pendidikan dan pelatihan,” pungkas Hamid.

Sementara itu, laga melawan Timnas All Star menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan dalam rangkaian peringatan satu abad Gontor. Timnas All Star diperkuat sejumlah pemain yang pernah menghiasi kompetisi sepak bola nasional, seperti Ferdinand Sinaga, Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, Dandi Maulana, Otavio Dutra, dan Sahar Ginanjar.

Hamid menyebut pertandingan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan olahraga yang akan berlangsung hingga 28 Juni 2026. Berbagai kompetisi dan pertandingan akan digelar setiap pekan serta terbuka untuk disaksikan masyarakat.

Menariknya, dalam kesempatan tersebut Hamid juga mengungkapkan bahwa salah satu pemain yang hadir ternyata memiliki hubungan dengan keluarga besar PMDG. Pemain tersebut merupakan keturunan alumni Gontor yang kini berkarier di sepak bola profesional bersama Persebaya.

Bagi PMDG, keberhasilan alumni tidak hanya diukur dari profesi keagamaan atau akademik semata. Selama mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap membawa nilai-nilai kebaikan, berbagai bidang profesi dapat menjadi jalan pengabdian, termasuk melalui dunia olahraga.

Melalui peringatan satu abad ini, Gontor ingin menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan ulama, tetapi juga generasi yang mampu berkiprah di berbagai bidang kehidupan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pondok.