Jumat, 22 May 2026 12:00 UTC

Sejumlah atlet padel meramaikan Turnamen grand opening El Grande Padel Resort, Jumat, 22 Mei 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Sebagai olahraga baru yang memadukan unsur tenis dan squash, padel telah memikat banyak kalangan. Tak terkecuali atlet tenis, bulu tangkis, tenis meja, dan masyarakat umum.
“Padel ini sangat menarik dan partisipasinya luar biasa. Banyak atlet tenis yang mulai beralih ke padel. Di tim Jawa Timur, atlet tenis juga akan diarahkan ke padel,” kata Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Irmantara Subagjo, Jumat, 22 Mei 2026.
Unesa merupakan mitra dari Pengurus Provinsi Persatuan Bola Padel Indonesia (Pengprov PBPI) Jawa Timur dalam pengembangan olahraga tersebut. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekstrakurikuler hingga liga mahasiswa padel.
Menurut Irmantara, pengembangan padel di lingkungan kampus akan terus diperkuat. Olahraga tersebut direncanakan masuk ke dalam kurikulum pembelajaran mahasiswa.
“Di Unesa, mahasiswa dari cabang tenis, bulu tangkis, dan tenis meja akan diarahkan mengenal padel. Bahkan, nantinya padel akan masuk dalam kurikulum mata kuliah yang wajib ditempuh,” jelas pria yang akrab disapa Ibag tersebut.
Ketua Umum PBPI Jawa Timur, Rudie Riesdianto menilai perkembangan olahraga padel di Surabaya dan Jawa Timur menunjukkan tren positif.
Ia menegaskan, PBPI Jatim bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan terus bersinergi menghadirkan turnamen berkualitas guna mencetak atlet-atlet muda berprestasi.
“Padel di Surabaya berkembang sangat baik. KONI sebagai induk organisasi olahraga akan terus bersinergi bersama PBPI untuk menghadirkan turnamen-turnamen bagus agar bisa menghasilkan atlet muda berkualitas yang nantinya berlaga di internasional,” katanya.
Rudie mengungkapkan, PBPI Jatim juga menggandeng Unesa untuk memperkuat pembinaan atlet melalui jalur pendidikan. Menurut dia, kerja sama tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekstrakurikuler hingga liga mahasiswa padel.
“Unesa menjadi partner hampir semua cabang olahraga, termasuk PBPI. Kami sudah bekerja sama membuat ekstrakurikuler padel di Unesa untuk edukasi olahraga padel. Ke depan, kota ini juga bisa membuat liga mahasiswa yang dimulai dari Unesa dan nantinya diikuti universitas lainnya agar perkembangan atlet semakin baik,” jelas Rudie.
Ia juga menyebut saat ini sudah ada tiga atlet Jawa Timur yang masuk tim nasional dan tampil di turnamen internasional.
