Logo

Wedang Pokak Mbah Ima Giri, Berkah dari Haji

Ada Sejak Tahun 1960
Reporter:,Editor:

Minggu, 13 June 2021 23:00 UTC

<em>Wedang</em> Pokak Mbah Ima Giri, Berkah dari Haji

WEDANG POKAK. Faizin menunjukkan paket kemasan wedang pokak "Mbah Ima Giri" khas Gresik yang bisa jadi "buah tangan" atau oleh-oleh, Minggu, 13 Juni 2021. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Minuman wedang pokak khas Gresik merupakan minuman penghangat tubuh atau wedang yang berbahan utama rempah-rempah dan laris manis kala pandemi Covid-19 saat ini.

Berbahan rempah-rempah sederhana dan mudah didapat seperti serai, kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan jahe, yang mebedakan adalah gula pemanisnya. Seperti wedang pokak "Mbah Ima Giri".

Wedang pokak milik Muhammad Faizin, warga Kampung Kajen Tengah, Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik,  ini merupakan warisan dari kakeknya, Abdul Muchit.

Minuman hangat tak berampas yang segar ini banyak ditemui di Kabupaten Gresik. Wedang pokak milik Faizin ini yang membedakan adalah rasa manisnya karena dari campuran gula aren dan gula pasir.

"Awalnya dari kakek saya saat pulang dari ibadah haji. Saat itu menaiki kapal dengan waktu tempuh enam bulan. Pada tahun 1960. Minuman itu terinspirasi dari Arab dan dibuat bekal perjalanan pulang haji," kata Faizin bercerita, Minggu, 13 Juni 2021.

BACA JUGA: Minuman Tradisional Indonesia Berbahan Rempah

Sepulang haji itulah, kakeknya membuat wedang bernama pokak dan dijual ke pasar tradisional saat itu hingga diteruskan oleh ayahnya sampai saat ini ia lanjutkan.

"Karena bahan-bahan di Indonesia khususnya Gresik sangat melimpah, jadi itu yang membuat kakek saya jualan wedang pokak ini. Banyak orang di Gresik bikin pokak, yang beda mungkin rasa manisnya," katanya.

Saat ini, wedang pokak dalam kemasan miliknya mampu mendapat omzet dua kali lipat dari sebelum pandemi Covid-19. Sebelumnya seminggu ia mampu menjual 3 kilogram, kini bisa 6 kilogram.

"Sebelum pandemi hanya menggiling bahan 3 kilogram, dua tahun ini bisa 6 kilogram per minggu, bahkan lebih. Sekali giling, omzetnya Rp1 juta bersih. Dan saya titipkan ke warung-warung (berbentuk kemasan rentengan). Selain Gresik juga kirim ke Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan," ujarnya.

Untuk wedang pokak kemasan siap saji di warung-warung dibanderol dengan harga Rp5.000 per bungkus. Sedangkan satu paket kemasan berisi empat bungkus seharga Rp20.000.

Karena produksinya dekat dengan gerbang makam Sunan Giri, Faizin mulai mengembangkan usahanya dengan pokak dalam kemasan sebagai “buah tangan” atau oleh-oleh bagi peziarah.

BACA JUGA: Tekan OTG, Pemkot Surabaya Rutin Kirim Telur Rebus dan Pokak

"Bikin sebenarnya sangat mudah, hanya pemanisnya saja yang sedikit menyita waktu. Saya pakai gula semut olahan sendiri. Kalau beli jadi jatuhnya mahal," katanya.

Wedang pokak berbahan rempah berupa jahe, merica, pala, keningar, kapulaga, dan kayu manis dikemas bersama gula semut dan tinggal diberi air panas dan siap diseduh.

Wedang pokak dipercaya bermanfaat mencegah mual dan membuat lambung anda jadi nyaman, serta dapat meningkatkan stamina, apalagi dinikmati saat cuaca dingin.

Aroma rempah-rempahnya sangat khas dan bisa jadi obat tersendi dan langsung membuat  nyaman dengan sensasi rasanya sedikit pedas. Rasa mint berasal dari kapulaga juga membuat tenggorokan segar.

Tidak sulit mendapatkan wedang pokak kemasan di Gresik. Hampir setiap warung menjualnya dalam bentuk kemasan dan kita hanya menyiapkan air panas untuk diseduh.