Warga Surabaya Golput, Risma: Rugi Lima Tahun ke Depan

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 26 Maret 2019 - 21:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau seluruh masyarakat tidak takut untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menggunakan hak suaranya pada pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang.

Karena, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah bekerja sama dengan Forum Pemerintah Daerah (Forpimda) untuk mengoptimalkan keamanan kota.

"Kepada warga saya yang berada dalam kota maupun di luar kota agar memanfaatkan hak suaranya, karena jika tidak digunakan, kita akan rugi lima tahun ke depan," kata Risma, sapaan Tri Rismaharini saat acara jumpa pers di Kediaman Wali Kota bersama Forpimda, Selasa 26 Maret 2019.

BACA JUGA: Kasus Jalan Gubeng Ambles, Polda Jatim Periksa Anak Risma

Risma mengajak warganya untuk menentukan pilihannya dalam Pemilu Serentak 2019. Jika tidak memiliki kartu A5, kata Risma, warga tetap bisa datang ke TPS dengan membawa KTP.

Pemkot, kata Risma, akan mengupayakan warganya yang belum membuat e-KTP bisa segera memiliki. Pemkot akan memperpanjang waktu perekaman e-KTP jika hingga 31 Maret 2019 masih banyak yang belum melakukannya. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak bisa mencoblos hanya karena tidak mempunyai KTP.

“Kami sudah masuk ke lapas-lapas, rumah sakit, sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan besar. Untuk pendaftaran KTP buka sampai jam 12 malam di Siola,” katanya.

Dalam menghadapi pemilu, Risma mengatakan pemkot telah menyiapkan personel Linmas untuk berkomunikasi dengan KPU dan menetapkan titik penepmatan kotak suara. “Beberapa tempat kami pinjami ruangan, seperti Wonokromo, Lapangan Gelora Pancasila, Tambaksari, Sawahan. Itu yang sudah kami lakukan untuk persiapan,” kata Risma.

BACA JUGA: Sidak di SDN Pegirian, Ini Janji Risma

Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya menjamin keamanan dan kenyamanan warga Surabaya dalam menggunakan hak pilih. Sejumlah posko telah disiapkan untuk memonitor, menjaga, dan mengawal berlangsungnya pesta demokrasi.

“Mulai kampanye terbuka, masa tenang, pencoblosan, penghitungan. Didukung wali kota, korem dan pihak keamanan lainnya. Kami siap 24 jam di sana,” katanya.

Rudi juga mengimbau kepada masyarakat jika ada keluhan terkait pemilu,  forpimda siap untuk menampung keluhan tersebut dan datang ke lokasi yang terjadi masalah. Adapun untuk keamanan, Polrestabes Surabaya akan menempatkan dua polisi untuk membawahi 24 TPS dengan dibantu 12 anggota linmas untuk pengamanannya.

“Kami berada di seputaran TPS dengan menurunkan 200 personel untuk pengamanan,” jelasnya.

BACA JUGA: Risma Ubah Wajah Kota Surabaya

Rudi juga menambahkan telah mengerahkan intelijen dalam mengantisipasi ancaman teror. Sehingga informasi tentang kemungkinan adanya ancaman-ancaman bisa segera diketahui. Dengan upaya itu, ia yakin sampai pemilu selesai, potensi-potensi ancaman bisa diantisipasi.

Sementara Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf. Sudaryanto menyampaikan warga harus menyambut pesta demokrasi itu dengan gembira. “Ayo semua warga ikut berpartisipasi, jangan takut, ragu atau dihantui hal-hal yang akan menjadi beban saat pemilihan. Kami sudah mengantisipasi," katanya.

Sudaryanto mengimbau warga untuk tidak golput. "Kami sudah melakukan simulasi-simulasi untuk menjamin rasa aman warga dalam merayakan pesta demokrasi,” ujarnya.

Baca Juga

loading...