Senin, 09 February 2026 09:30 UTC

Suasana penyampaian aspirasi warga Desa Patemon di Kantor Kecamatan Pakusari, Jember yang berisi penolakan warga atas rencana pergantian Pj Kades Patemon, Senin, 9 Februari 2026. Foto: Faizin Adi
JATIMNET.COM, Jember – Penolakan ratusan warga Desa Patemon terhadap rencana pergantian Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) berujung pada rapat koordinasi antara perwakilan warga, Muspika Kecamatan Pakusari, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes). Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan final.
Perwakilan warga mengikuti rapat di aula Kantor Kecamatan Pakusari, Senin, 9 Februari 2026, setelah sebelumnya menggelar aksi penyampaian aspirasi. Dalam rapat tersebut, warga secara tegas menyampaikan penolakan terhadap rencana penggantian Pj Kades Patemon, Siti Muslihatin.
Koordinator lapangan aksi, Rahmat Gunawan, menyebut rapat tersebut berakhir tanpa kesepakatan. Bahkan, muncul usulan agar pergantian Pj Kades tetap dilakukan dengan skema uji coba selama tiga bulan.
BACA: Polisi Dalami Kasus Carok Antarsaudara di Jember, Kakek 67 Tahun Diamankan
“Ada saran dari perwakilan Dispemasdes, tetap dilakukan pergantian, disuruh coba dulu tiga bulan. Bagi kami ini lucu, pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kok dicoba-coba,” ujarnya.
Rahmat menegaskan, warga telah menggelar musyawarah desa (musdes) dan secara kolektif memutuskan menolak pergantian Pj Kades. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kondisi sosial Patemon yang saat ini dinilai stabil dan kondusif.
“Hasil musdes itu jelas, masyarakat tidak menginginkan adanya pergantian Pj Kades,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ketidakjelasan sikap pemerintah berpotensi memicu gejolak lanjutan. Warga bahkan membuka kemungkinan menggelar aksi susulan dengan jumlah massa lebih besar, termasuk mendatangi Bupati Jember.
BACA: Pj Kades Perempuan di Jember Didemo karena Disukai Warga, Dinilai Berhasil Redam Konflik Desa
“Kalau tidak ada realisasi, masyarakat Patemon pasti bergejolak. Bisa jadi kami ke Bupati Jember, dan hari Rabu besok kami juga akan aksi lagi ke kecamatan karena belum ada kejelasan, dengan membawa massa lebih banyak,” katanya.
Sementara itu, Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, menyatakan pihak kecamatan telah menerima aspirasi warga dan akan menyampaikannya kepada pimpinan.
“Terkait penyampaian aspirasi dari masyarakat Patemon, dalam pertemuan tadi sudah kita terima secara baik dan tentu akan kami laporkan kepada pimpinan,” ujarnya.
Rifendi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pelantikan Pj Kades Patemon. Menurutnya, aksi yang berlangsung merupakan bagian dari mekanisme penyampaian aspirasi masyarakat.
“Padahal terkait pergantian ini sebenarnya belum ada pelantikan. Intinya dari kegiatan hari ini adalah penyampaian aspirasi masyarakat,” katanya.
Terkait potensi aksi lanjutan, Rifendi mengaku belum dapat memberikan pernyataan lebih jauh.
“Perihal nantinya ada aksi lanjutan, atau apa sementara saya tidak ada tanggapan,” tandasnya.
