Logo

Pj Kades Perempuan di Jember Didemo karena Disukai Warga, Dinilai Berhasil Redam Konflik Desa

Reporter:

Senin, 09 February 2026 08:30 UTC

Pj Kades Perempuan di Jember Didemo karena Disukai Warga, Dinilai Berhasil Redam Konflik Desa

Suasana penyampaian aspirasi warga Desa Patemon di Kantor Kecamatan Pakusari, Jember yang berisi penolakan warga atas rencana pergantian Pj Kades Patemon, Senin, 9 Februari 2026. Foto: Faizin Adi

JATIMNET.COM, Jember – Jika biasanya seorang pejabat didemo warga karena dianggap kebijakannya kontroversial atau didesak untuk diganti, namun yang terjadi di Jember justru sebaliknya. Ratusan warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, menggelar aksi penolakan terhadap rencana pergantian Penjabat (Pj) Kades, meskipun masa jabatannya akan segera berakhir.

Sekitar 250 warga mendatangi Kantor Kecamatan Pakusari, Senin, 9 Februari 2026. Mereka menolak rencana pergantian Pj Kades Patemon, Siti Muslihatin, yang dinilai berhasil menciptakan suasana aman, rukun, dan kondusif di tengah masyarakat.

Warga menyebut kepemimpinan Pj Kades perempuan tersebut mampu meredam konflik sosial yang sebelumnya kerap muncul pasca-Pilkades periode lalu. Sejak hampir dua tahun terakhir, kehidupan sosial masyarakat Patemon dinilai jauh lebih harmonis.

Koordinator lapangan aksi, Rahmat Gunawan, menegaskan bahwa penolakan warga berangkat dari rasa nyaman dan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Siti Muslihatin.

“Kami asli warga Patemon, pada intinya kita menolak pergantian Pj untuk Desa Patemon. Warga sudah merasa nyaman, aman, dan kondusif dengan adanya Pj Kades Bu Siti Muslihatin,” ujarnya.

BACA: Jember Marching Festival 2026 Libatkan Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah

Rahmat mengungkapkan, sebelum Siti Muslihatin menjabat, Desa Patemon kerap diwarnai gesekan antarwarga. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik dan berubah menjadi lebih rukun.

“Jujur saja, di desa kami dulu sering terjadi gesekan antarwarga. Tapi setelah hadirnya Bu Pj kades, Patemon benar-benar jadi rukun. Slogan Patemon Bersatu itu terasa nyata,” katanya.

Selain menjaga stabilitas sosial, warga juga menilai kinerja pemerintahan desa semakin baik. Transparansi anggaran meningkat, kegiatan sosial bertambah, dan aktivitas keagamaan warga semakin hidup, termasuk pengajian rutin bulanan.

Warga khawatir, jika pergantian Pj Kades tetap dilakukan, kondisi desa akan kembali mengalami ketegangan sosial seperti sebelumnya.

“Takutnya Patemon kembali lagi kayak dulu, penuh gesekan. Padahal sekarang sudah lebih baik dan lebih maju,” ucap Rahmat.

Menyikapi aspirasi warga tersebut, Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, menyatakan pihak kecamatan telah menerima aspirasi warga dan akan masih akan mengkajinya terlebih dulu.

“Terkait penyampaian aspirasi dari masyarakat Patemon, dalam pertemuan tadi sudah kita terima secara baik dan tentu akan kami laporkan kepada pimpinan,” ujarnya.