Rabu, 18 October 2023 05:17 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Lumajang - Memasuki puncak musim kemarau, warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dihebohkan dengan munculnya kerang simping di pantai selatan. Adanya fenomena itu, dimanfaatkan warga dengan berburu kerang untuk dijual dan dikonsumsi sendiri.
Warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang berbondong-bondong mendatangi pantai selatan tepatnya Pantai Watu Pecak untuk berburu kerang simping. Peralatan yang mereka gunakan cukup sederhana, yakni hanya membawa sebilah sabit dan tas kantong.
Mereka berperang melawan ombak untuk mengambil kerang simping. Ada juga yang mengambil kerang dengan cara mencari batu, yang diatasnya menempel kerang simping. Hasil dari buruan kerang yang didapat itu ada yang dijual, apa pula yang dikonsumsi sendiri.
“Ini sudah semingguan ramai orang cari kerang. Hari ini saya dapat cukup besar-besar, setiap hari saya kesini buat cari kerang. Hasil tangkpannya kalau banyak ya dijual kalau sedikit ya dimasak sendiri,” terang Alfayanti, salah seorang warga pada Rabu (18/10/2023).
Meski sempat berjibaku melawan ombak saat berburu kerang, namun keseruan ini cukup dinikmati warga bahkan anak-anak dan ibu-ibu cukup antusias berburu kerang. Meski kaki sedikit sakit tergores kena batu tapi senang.
“Kemarin aja saya dapat 1 kilogram. Rencananya nanti buat dimasak,” kata Abdurrahman.
Kabid Perikanan Tangkap, Pengawasan Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Putri Dinayu mengatakan Fenomena ini muncul lanyaran kondisi cuaca kemarau membuat gelombang air laut di kawasan pantai selatan saat siang hari surut. Warga setempat biasanya menyebut Karangan. Kondisi ini membuat kerang-kerang simping yang berada di sekitar karang dan bebatuan bibir pantai.
“Kerang ini munculnya ketika musik kemarau mulai panjang, dari kondisi ekosistem di perairan yang tumbuh sehat, gelombang akan membawa kerang ini di tepi pantai, sehingga memudahkan warga mendapat kerang,” katanya.
Menurutnya, kerang simping ini cukup bagus untuk dikonsumsi. Sebab, kerang yang banyak ditemui saat fenomena karangan ini memiliki tinggi protein.
“Kandungannya bagus tinggi protein dan masih aman dan baik untuk dikonsumsi,” kata Dinayu.
