Jokowi telah menandatangai pencabutan remisi Susrama

Video Remisi Susrama Jadi Perbincangan

David Priyasidharta

Sabtu, 9 Februari 2019 - 12:47

JATIMNET.COM, Surabaya - Presiden Joko Widodo mengaku telah menandatangani pencabutan remisi I Nyoman Susrama terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di sela peringatan Hari Pers Nasional, Sabtu 9 Februari 2019 di Surabaya. "Sudah, sudah saya tanda tangani," kata Jokowi dalam sebuah video yang viral di grup WhatsApp berdurasi 34 detik yang diterima Jatimnet.com.

Dalam video tersebut, Jokowi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang sedang sibuk melayani permintaan swafoto para undangan yang hadir dalam peringatan HPN. Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menanyakan soal Prabangsa, korban pembunuhan sadis yang dilakukan Susrama.

BACA JUGA: Aksi Jurnalis Protes Remisi Pembunuh Wartawan Bermunculan di Jatim

Sekilas Jokowi seperti mengabaikan pertanyaan itu. Namun kemudian dengan senyum kecilnya, ia menjawab pertanyaan tersebut. Pengakuan Jokowi tersebut disampaikan tepat pada acara peringatan HPN, 9 Februari 2019.

Seperti diberitakan, pasca pemberian remisi terhadap Susrama, para jurnalis di hampir setiap kota di Indonesia menggelar aksi penolakan remisi tersebut. Mereka menganggap pemberian remisi tersebut telah mencederai kebebasan pers. Sebuah aksi di Yogyakarta bahkan menganggap Jokowi menjadi musuh kebebasan pers jika tidak segera mencabut remisi tersebut.

Susrama adalah terpidana penjara seumur hidup. Ia, bersama sejumlah rekannya, terbukti membunuh Prabangsa pada 11 Februari 2009 dan membuang jenazahnya ke laut. Lima hari kemudian, 16 Februari 2009, jasad Prabangsa ditemukan mengapung di Teluk Bungil, Bangil oleh seorang pelaut.

Prabangsa dibunuh karena berita. Dalam “Jejak Darah Setelah Berita”, buku terbitan AJI Indonesia, Susrama gerah dengan berita dugaan korupsi pembangunan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar bertaraf internasional di Desa Kubu, Bangli. Sepanjang Desember 2008, Prabangsa rajin melaporkan perkara rasuah yang merugikan negara hingga Rp 2,6 milyar itu di surat kabarnya.

BACA JUGA: Remisi Pembunuh Jurnalis, Jokowi Akan Digelari Musuh Kebebasan Pers

Pada 15 Februari 2010, Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis penjara seumur hidup pada Susrama. Upaya lolos dari jerat hukum dilakukan Susrama-banding ke Pengadilan Tinggi Denpasar (16 April 2010) dan kasasi di Mahkamah Agung (24 September 2010-tak membuahkan hasil. Maka Susrama, yang ditahan sejak 26 Mei 2009, dijeblokan ke penjara.

Embus angin berubah pada 7 Desember 2018. Presiden Joko Widodo meneken keputusan nomor 29. Isinya, pemberian remisi bagi 115 narapidana seumur hidup menjadi pidana sementara. Nama Susrama, yang tercatat mendekam di Rutan Negara Klas IIB Bangli, tertulis di urutan 94 dalam lampiran surat keputusan.

Remisi itu menjadikan hukuman penjara seumur hidup yang ditanggung Susrama berubah jadi 20 tahun.

Baca Juga

loading...