Logo

Video dan Humor Jadi Senjata Marketing yang Efektif di Era Digital

Reporter:

Rabu, 20 May 2026 03:09 UTC

Video dan Humor Jadi Senjata Marketing yang Efektif di Era Digital

Ilustrasi strategi marketing. Pixabay

JATIMNET.COM – Persaingan bisnis di era digital membuat pelaku usaha harus bekerja lebih keras untuk menarik perhatian calon pelanggan. Praktisi bisnis Raymond Chin menilai cara promosi konvensional tidak lagi cukup efektif karena konsumen saat ini dibanjiri ribuan iklan setiap hari.

Menurutnya, salah satu strategi pemasaran yang paling efektif saat ini adalah penggunaan video marketing.

Video dinilai mampu menyampaikan informasi secara lebih menarik sekaligus meningkatkan peluang audiens memperhatikan pesan yang disampaikan. Dibandingkan gambar atau poster statis, video lebih mudah membangun interaksi dengan calon pelanggan.

"Orang sekarang melihat begitu banyak iklan setiap hari. Kalau iklannya tidak menarik, mereka langsung lewat," ujarnya, dalam kanal YouTube miliknya, Raymond Chin pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Selain video, Raymond juga menyoroti pentingnya unsur hiburan dalam pemasaran digital. Ia mengatakan mayoritas konsumen lebih menyukai iklan yang bersifat ringan dan menghibur dibandingkan promosi yang terlalu formal.

Karena itu, pendekatan humor dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perhatian audiens terhadap sebuah merek.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa humor harus tetap relevan dengan produk dan tidak mengaburkan pesan utama yang ingin disampaikan kepada konsumen.

Menurut Raymond, tujuan utama iklan bukan hanya membuat orang tertawa, tetapi juga membantu mereka memahami manfaat produk yang ditawarkan.

 

Konsumen Perlu Mengenal Merek Berkali-kali

Raymond menjelaskan bahwa iklan yang menarik akan lebih efektif jika dibarengi dengan konsistensi dalam membangun eksposur merek.

Ia mengacu pada konsep Rule of Seven yang menyebutkan bahwa konsumen umumnya perlu melihat sebuah produk atau merek berkali-kali sebelum tertarik untuk mengambil tindakan.

Karena itu, pelaku usaha tidak boleh langsung menyimpulkan iklan gagal hanya karena belum menghasilkan penjualan setelah tayang dalam waktu singkat.

Membangun kesadaran merek membutuhkan proses dan konsistensi agar produk tetap berada dalam ingatan konsumen.

 

Jangan Abaikan Pengalaman Pelanggan

Selain membuat iklan yang menarik, Raymond menilai pelaku usaha juga harus memperhatikan pengalaman pelanggan setelah mereka tertarik terhadap produk.

Ia mencontohkan berbagai hambatan yang sering membuat calon pembeli batal bertransaksi, seperti proses checkout yang rumit, stok barang yang tidak tersedia, hingga layanan pelanggan yang sulit dihubungi.

Menurutnya, iklan yang bagus tidak akan menghasilkan penjualan maksimal jika pengalaman pelanggan selama proses pembelian masih buruk.