Logo

V-Vintage Voice of Independence, Nada Muda Hidupkan Kembali Pasar Kliwon

Reporter:,Editor:

Sabtu, 19 September 2026 10:30 UTC

V-Vintage Voice of Independence, Nada Muda Hidupkan Kembali Pasar Kliwon

Para juara menjukkan piala dan sertifikat yang berhasil diraih dalam lomba Kemerdekaan V-Vintage Voice of Independence yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pasar Kliwon Kota Mojokerto, Sabtu, (19/9/2026). Foto: Karina

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pasar Kliwon Kota Mojokerto tak hanya dipenuhi aktivitas jual beli. Sabtu, 19 September 2026, suara anak-anak dan remaja yang berlomba menyanyi ikut menghidupkan pasar lama tersebut.

Puluhan peserta ambil bagian dalam Lomba Kemerdekaan V-Vintage Voice of Independence yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian upaya mengembalikan aktivitas Pasar Kliwon sekaligus menarik masyarakat, terutama generasi muda, untuk datang dan berkegiatan di kawasan tersebut.

Penyelenggara V-Vintage Voice of Independence, Nanang Fathur Rozi, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keinginan sederhana untuk membuat Pasar Kliwon kembali ramai.

Dukungan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Diskoumperindag) Kota Mojokerto, kata dia, turut membuka ruang untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan di pasar tersebut.

“Intinya satu, saya ingin bagaimana caranya Pasar Kliwon ini bisa hidup dan UMKM sekitar juga bisa kembali pulih,” ujar Nanang.

V-Vintage Voice of Independence menjadi kegiatan ketiga yang digelar di Pasar Kliwon sejak rangkaian acara dimulai pada Agustus 2026.

Sebelumnya, kompetisi Free Fire dan Mobile Legends digelar untuk menarik masyarakat, khususnya anak muda, agar kembali beraktivitas di kawasan pasar.

Konsep vintage sengaja dipilih karena Pasar Kliwon memiliki bangunan lama yang menjadi bagian dari karakter kawasan tersebut. Bangunan itu tidak perlu diubah untuk menghadirkan suasana baru.

Sebaliknya, ruang lama tersebut ingin dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul, ngopi, berdiskusi hingga menggelar berbagai kegiatan.

“Bangunan lama juga tidak seperti yang orang pikirkan, seperti serem atau apa. Di sini justru lebih tenang untuk ngopi atau diskusi,” tutur Nanang.

Dewan juri sedang menilai penampilan para peserta omba Kemerdekaan V-Vintage Voice of Independence yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pasar Kliwon Kota Mojokerto

Antusiasme peserta terlihat dari dominasi anak-anak dan remaja. Dari 29 peserta yang mendaftar, satu peserta berhalangan hadir sehingga 28 peserta mengikuti lomba.

Sebanyak 16 peserta masuk kategori anak-anak, sedangkan sisanya merupakan peserta kategori remaja. Mereka datang dari berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, mulai pelajar SD, SMP hingga SMA.

Setiap peserta membawakan dua lagu, yakni satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang dipilih adalah “Berkibarlah Benderaku”, sedangkan lagu kedua disesuaikan dengan pilihan masing-masing peserta.

Salah satunya Ashalina Gita Putri Winardi, siswi kelas 4 SDN Meri Kota Mojokerto. Datang sebagai peserta nomor 01, Alin mengikuti lomba bukan sekadar mengejar piala.

Ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan bernyanyi.

“Mau belajar nyanyi lebih baik lagi,” kata Alin.

Kecintaannya terhadap tarik suara tumbuh sejak sekitar usia tujuh tahun. Sejumlah perlombaan telah diikutinya dan beberapa kali berbuah juara.

Dalam lomba kali ini, Alin membawakan “Berkibarlah Benderaku” dan “Persahabatan”. Dengan percaya diri, ia memasang target menjadi juara pertama.

Suara Alin dan peserta lainnya menjadi warna baru di Pasar Kliwon. Di tengah bangunan lama yang selama ini lekat dengan aktivitas perdagangan, anak-anak dan remaja mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengajak masyarakat kembali datang.

Bagi penyelenggara, kegiatan seperti V-Vintage Voice of Independence menjadi salah satu cara menghidupkan kembali Pasar Kliwon tanpa harus mengubah wajah lamanya.

Dari pasar lama itu, aktivitas baru mulai tumbuh. Bukan hanya melalui transaksi perdagangan, tetapi juga lewat kegiatan anak muda yang membuat Pasar Kliwon kembali memiliki denyut kehidupan. (adv/inforial)