Tingkatkan Fasilitasi Ekspor Impor, Indonesia-Korea Selatan Teken MoU

David Priyasidharta

Rabu, 3 April 2019 - 13:20

JATIMNET.COM, Denpasar – Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan meneken nota kesepahaman (MoU) mengenai Electronic Certificate of Origin Data Exchange to Facilitate the Free Trade Agreement Implementation di Denpasar, Bali, Selasa 2 April 2019.

Ini merupakan salah satu upaya meningkatkan fasilitasi ekspor dan impor Indonesia bersama negara mitra dalam skema perjanjian internasional.

Dalam penandatanganan MoU itu, Indonesia diwakili Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Lembaga National Single Window (LNSW). Sedangkan Korea Selatan yang diwakili Korean Customs Services (KCS).

BACA JUGA: Indonesia-Denmark Jajaki Kerja Sama Bidang Keagamaan

Penandatanganan ini sejalan dengan amanat pada Trade Facilitation World Trade Organization. MoU ditandatangani Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Kepala LNSW Djadmiko, dan Komisioner KCS Kim Yung Moon.

“Untuk meningkatkan perdagangan internasional, Pemerintah Indonesia melakukan perubahan peraturan dan penyesuaian kebijakan untuk mengakomodasi pertukaran data secara elektronik di bidang perdagangan. Hal ini dilakukan melalui penyederhanaan prosedur dan dokumen dengan pihak yang terlibat di dalamnya,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Oke menyampaikan dalam MoU tersebut kedua negara sepakat melakukan pertukaran data untuk meningkatkan pelayanan perdagangan, implementasi fasilitasi perdagangan, dan efisiensi biaya transaksi perdagangan.

Selain itu, MoU ini juga sebagai sarana meningkatkan perdagangan dan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan sekaligus menghilangkan penyalahgunaan surat keterangan asal (SKA) produk-produk Indonesia.

Tren peningkatan daya saing dari pasar global dan domestik, kata Oke, mengharuskan Indonesia mengadopsi praktik dan standar perdagangan yang lebih inovatif dalam mendorong pelaksanaan fasilitasi perdagangan.

BACA JUGA: Indonesia-Eurasia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

Pertemuan dan kesepakatan yang dilakukan hari ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo dalam pelaksanaan program digital melayani (Dilan) untuk meningkatkan perdagangan dan investasi Indonesia dan Korea Selatan.

“Selanjutnya, akan ada peningkatan metode pertukaran informasi perdagangan, sistem telekomunikasi terbuka, serta pengembangan prosedur, standar, dan praktik yang selaras untuk dokumentasi perdagangan,” terang Oke.

Sementara itu, Heru menyampaikan MoU ini akan membuka jalan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang yang lebih luas. Bahkan, Ditjen Bea dan Cukai dan KCS telah menyepakati pertukaran pegawai untuk melakukan pelatihan dan meningkatkan pengalaman.

 

Baca Juga

loading...