Tiga Kurir Sabu-Sabu Surabaya di Vonis Penjara Seumur Hidup 

Dua penerimanya divonis berbeda.
M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 10 April 2019 - 20:45

JATIMNET.COM, Surabaya - lima terdakwa kasus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 13,5 kilogram, divonis berat oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu 10 April 2019.

Tiga terdakwa bernama, Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura, divonis hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan Budi Santoso dan Enik Setiyawati, masing-masing divonis penjara 20 tahun, dan 18 tahun.

Amar putusan itu dibacakan langsung oleh hakim ketua Maxi Sigarlaki di ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam putusan itu, hakim menilai jika kelima terdakwa, terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

BACA JUGA: Turis Jerman Diperkosa dan Dibunuh di Thailand

Hal yang memberatkan antara lain, terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas narkotika.

Sedangkan, hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya, dan tidak berbelit-belit.

"Dengan ini terdakwa atas nama Tiga terdakwa bernama Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura divonis hukuman penjara seumur hidup, serta Budi Santoso divonis 20 tahun penjara dan Enik Setiyawati divonis dengan 18 tahun penjara," ucap Maxi.

Vonis seumur hidup itu disambut dengan tangis oleh tiga terdakwa.

BACA JUGA: 100 Kilo Kokain Diselundupkan dalam Peti Pisang di Jerman

Meskipun begitu, terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) memilih pikir-pikir, dengan putusan hakim tersebut.

Sementara, kuasa hukum terdakwa, Arif Budi Prasetijo menolak berkomentar seusai sidang. Dia bergegas pergi meninggalkan ruang sidang.

Para terdakwa, sebelumnya ditangkap setelah mengedarkan sabu-sabu seberat 13,5 kilogram.

Aliefianti, Nina dan Amalia, didakwa sebagai kurir yang mengedarkan sabu-sabu lintas pulau. Ketiganya menjadi kurir atas perintah Topan, yang kini masih buron. Mereka diminta mengambil sabu-sabu di Pontianak, Kalimantan Barat.

BACA JUGA: Polda Jatim Musnahkan Ratusan Ribu Butir Pil Koplo

Setelah diiming-imingi imbalan berupa uang Rp 20 juta, ketiganya lalu berangkat ke Pontianak melalui Bandar udara Juanda Surabaya.

Ketiganya lalu berangkat melalui jalur laut dari Pelabuhan Pontianak, menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, untuk mengantar paket sabu-sabu, pada Agustus lalu.

Mereka ditangkap di pelabuhan. Saat menggeledah barang bawaan, polisi menemukan dua bungkus besar berisi sabu-sabu, di dalam tas kain putih kombinasi merah yang dibawa Aliefianti.

Sabu itu dibungkus kardus menjadi sepuluh bungkusan besar. Total, sabu yang ditemukan itu seberat 13,5 kilogram. Sabu itu rencananya akan diserahkan kepada Budi dan Enik.

Baca Juga

loading...