Kamis, 30 April 2026 09:00 UTC

Partai Golkar menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh Ketua Bappilu V DPD Golkar Jatim Sumardi, Kamis, 30 April 2026.Foto: Karina.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Partai Golkar memperkuat konsolidasi hingga akar rumput. Langkah ini untuk memanasi mesin politik menyongsong tahun politik 2029.
Untuk tujuan itu, musyawarah kecamatan (muscam) di Kabupaten Mojokerto mulai dijalankan. Langkah ini merupakan tindak lanjut munas, musda provinsi, hingga kabupaten.
“Ini bagian dari program organisasi yang wajib diselesaikan,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) V DPD Golkar Jatim Sumardi usai menghadiri Muscam XI Dapil IV, Kamis, 30 April 2026.
Tidak berhenti di muscam, tahap selanjutnya yang harus dijalankan adalah musyawarah desa dan kelurahan. Tahapan konsolidasi dari tingkat atas hingga akar rumput ini dinilai penting dalam mempersiapkan Pemilu mendatang.
Maka, ia menegaskan agar para kader tancap gas dalam menyusun kekuatan politik secara menyeluruh. Apalagi, dinamika regulasi Pemilu dinamis dan terus berkembang.
Sumardi lantas mencontohkan kemungkinan perubahan aturan. Hal ini termasuk putusan Mahkamah Konstitusi dan potensi penyesuaian daerah pemilihan yang harus diantisipasi sejak itu.
“Apapun perubahan regulasinya, kita harus siap. Maka konsolidasi ini wajib dilakukan secara menyeluruh,” tegas anggota DPRD Provinsi Jatim ini.
Partai Golkar menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Pacet, Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh Ketua Bappilu V DPD Golkar Jatim Sumardi, Kamis, 30 April 2026.Foto: Karina.
Dari sederet upaya yang dijalankan, Partai Golkar menargetkan penambahan perolehan kursi legislatif di berbagai tingkatan. Tak terkecuali di Kabupaten Mojokerto yang sebelumnya mengalami dinamika perolehan kursi.
"Kami punya target jelas, bagaimana meningkatkan kursi dan menjaga elektoral partai,” imbuhnya.
Ruang bagi kalangan milenial
Dalam proses muscam, sejumlah wajah baru dari kalangan milenial muncul dalam kepengurusan tingkat kecamatan. Hal ini menunjukkan bahwa Partai Golkar memberikan ruang bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam struktur partai.
Langkah ini dinyatakan sebagai upaya menyegarkan organisasi sekaligus menjawab tantangan perubahan demografi pemilih.
“Kami melibatkan kaum milenial agar menjadi bagian dari pergerakan partai. Ini penting untuk menyiapkan kader dan meningkatkan partisipasi pemilih,” jelas Sumardi.
Ia berharap, para ketua kecamatan yang baru dapat bersinergi dengan program partai serta mampu mendorong peningkatan suara di wilayah masing-masing.
Ke depan, setelah muscam rampung, Golkar akan melanjutkan konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Tujuannya, memastikan seluruh program partai berjalan efektif dan menyentuh langsung masyarakat.
Sebagai Bappilu di dapil-nya, Sumardi menegaskan memiliki tanggung jawab penuh dalam mengawal proses tersebut.
“Konsolidasi ini harus berdampak pada peningkatan suara dan kursi. Harapannya, hasil Pemilu mendatang bisa lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.
