JATIMNET.COM, Indian Wells – Petenis Amerika Serikat tidak bisa menutupi kekecewaannya setelah terhenti di babak kedua turnamen BNP Paribas Terbuka. Petenis peringkat empat dunia itu secara mengejutkan dikalahkan petenis kualifikasi, Stefanie Voegele, dua set langsung 6-3 dan 6-0, Jumat 8 Maret 2019 waktu setempat.

Kekalahan itu sangat menyakitkan bagi publik Amerika Serikat. Masalahnya Stephen adalah satu-satunya petenis tuan rumah yang memiliki peringkat tertinggi yang ambil bagian di turnamen tersebut. Saat ini dia duduk di peringkat keempat dunia sekaligus unggulan keempat.

“Ini adalah pekan yang paling sibuk. Jelas sekali, saya masih berada di AS, ada banyak permintaan dan itu agak sulit,” ungkap Stephen (26), seperti dikutip laman WTA, Sabtu 9 Maret 2019.

Dia menambahkan pada pekan-pekan sebelumnya dia telah menjalani latihan rutin jelang terjun di BNP Paribas Terbuka. Namun dia mengakui hasilnya tidak terlalu menggembirakan.

BACA JUGA: Serena Williams Kalahkan Victoria Azarenka dalam Pertarungan Klasik

Sejauh ini Sloan Stephens telah berpisah dengna pelatih kepala, Kamau Murray, yang kemudian melatih Monica Puig. Sementara untuk turnamen di Indian Wells ini, dia dipoles non playing captain, Tim Fed AS Kathy Rinaldi. Hanya saja keberadaan Rinaldi belum membuat keputusan jawara Amerika Serikat Terbuka 2017 itu.

“Kathy (Rinaldi) banyak membantu. Saya sudah mengenalnya sejak usia 12 tahun dan senang memiliki seseorang bersamanya. Dia mengenal permainan saya, dan banyak membantu,” urai petenis kelahiran Florida, 20 Maret 1993.

Meski demikian, dia tidak ingin terburu-buru memilih pelatih. Namun dia juga tidak ingin meniru apa yang dilakukan petenis Rumania Simona Halep, yang memilih tidak didampingi pelatih.

BACA JUGA: Roger Federer Kejar Rekor Jimmy Connors

Mantan petenis nomor satu itu memilih terbang solo, pasca berpisah dengan dua pelatih yang berbeda hanya dalam tempo kurang dari enam bulan. Di penghujung 2018 lalu Halep berpisah dengan pelatihnya Daren Cahill dan bulan lalu dengan Thierry Van Cleemput.

“Kurasa aku di tengah-tengah Halep dan tempat yang sulit.  Saya pikir jelas, saya dalam masa transisi, jadi semuanya berbeda dari biasanya. Saya hanya mencoba untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.

Selanjutnya dia akan terbang ke Miami untuk mempertahankan gelar pada 19-30 Maret mendatang. Sebagai petenis yang lahir dan besar di Miami, optimisme untuk mempertahankan gelar cukup tinggi.