Sering Berlibur Baik untuk Kesehatan Jantung

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Senin, 24 Juni 2019 - 13:29

JATIMNET.COM, Surabaya – Liburan menjadi gaya hidup bagi sebagian besar orang. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, beberapa destinasi domestik pun bisa menjadi pilihan untuk melepas penat.

Selain menjadi gaya hidup, meluangkan waktu untuk berlibur dapat terhindar dari risiko penyakit jantung. Hal ini diungkapkan peneliti dari Syracuse University setelah mewawancarai lebih dari 60 responden tentang kebiasaan liburan mereka.

Selain itu, peneliti juga mengevaluasi apakah responden memiliki sindrom metabolik yang ditunjukkan dengan masalah kardiovaskular. Termasuk pengukuran lingkar pinggang yang lebar, tekanan darah, kadar trigliserida, kadar kolesterol HDL, dan kadar glukosa yang meningkat.

BACA JUGA: Amankah Kopi bagi Kesehatan Jantung?

“Temuan kami menunjukkan bahwa orang yang sering berlibur dalam 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah mengidap sindrom metabolik dan gejala metabolik," ujar peneliti utama Bryce Hruska, seorang asisten profesor kesehatan masyarakat di Syracuse College of Sport and Human Dynamics, seperti dikutip Suara.com, Senin 24 Juni 2019.

Hruska menjelaskan sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jika Anda memiliki lebih dari satu faktor risiko itu, maka Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

“Temuan ini penting karena kami benar-benar melihat penurunan risiko penyakit kardiovaskular pada orang yang sering berlibur,” imbuhnya seperti dilansir dari NY Post.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Psychology & Health bersama rekan penulis Sarah D. Pressman, Kestutis Bendinskas dan Brooks B. Gump, lebih lanjut menemukan risiko mengidap sindrom metabolik menurun 24 persen jika seseorang mengambil jatah liburan tambahan. Jumlah liburan yang diambil responden pada tahun lalu berkisar antara 0 hingga 15.

BACA JUGA: Rawat Ginjal dan Jantung Bisa Tingkatkan Kesehatan Kulit

“Jadi, jika seseorang melakukan lebih banyak liburan, mereka sebenarnya dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular,” kata Hruska.

Tak cuma durasi, responden juga diminta mengungkapkan beban keuangan selama liburan dan bagaimana penggunaan alkohol serta kebiasaan tidur saat liburan. Hasil temuan menunjukkan bahwa stres yang timbul karena berlibur termasuk beban keuangan saat berlibur dinilai rendah.

“Yang penting, salah satu kegiatan yang paling sering dilaporkan terjadi selama liburan adalah terjadinya kegiatan sosial seperti menghabiskan waktu bersama keluarga atau berbagi makanan dengan teman-teman,” tandasnya.

Baca Juga

loading...