Logo

Sekjen Demokrat: Keberhasilan Khofifah-Emil Lebih Penting daripada Bahas Pilgub

Reporter:,Editor:

Sabtu, 29 August 2026 05:02 UTC

Sekjen Demokrat: Keberhasilan Khofifah-Emil Lebih Penting daripada Bahas Pilgub

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron saat diwawancarai di Hotel Novotel Samator, Sabtu, 29 Agustus 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron meminta kader tidak terburu-buru membicarakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur berikutnya. Menurut dia, keberhasilan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjalankan pemerintahan saat ini jauh lebih penting.

Herman menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026. Ia menilai pasangan Khofifah-Emil perlu mendapat ruang untuk menuntaskan program pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pilgub itu nanti 2029 menurut saya masih jauh. Namun saya kira yang terpenting sekarang adalah sukses dulu," kata Herman.

Ia meminta pasangan Khofifah-Emil fokus menjalankan program pembangunan agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat Jawa Timur. Menurut Herman, keberhasilan pemerintahan saat ini akan menjadi hal yang lebih penting untuk dibicarakan daripada agenda politik yang masih jauh.

"Pasangan Ibu Khofifah dan Mas Emil ini sukses dulu untuk bisa menjalankan program-programnya, meningkatkan kesejahteraan rakyat Jawa Timur, dan masyarakat merasakan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh Ibu Khofifah dan Mas Emil," ujarnya.

Herman menilai sejumlah indikator pembangunan Jawa Timur menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, penurunan kesenjangan, serta perkembangan sektor pendidikan sebagai sejumlah capaian yang patut mendapat perhatian.

"Alhamdulillah, saya kira Jawa Timur termasuk yang pertumbuhan ekonominya sangat baik, kesejahteraannya meningkat, kesenjangannya menurun, tingkat pendidikan juga semakin baik," katanya.

Menurut Herman, capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan. Ia juga menempatkan keberhasilan Khofifah-Emil sebagai capaian yang turut diapresiasi Partai Demokrat karena partai tersebut menjadi salah satu pendukung pemerintahan di Jawa Timur.

"Menurut saya ini adalah prestasi yang kami banggakan juga atas prestasi yang diraih oleh Bu Khofifah dan Mas Emil," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Partai Demokrat kembali mendukung Emil dalam Pilgub Jatim, Herman belum memberikan arah dukungan. Ia menegaskan partai saat ini masih memusatkan perhatian pada konsolidasi internal melalui Musda Demokrat Jawa Timur.

"Yang terpasti saat ini kami tengah melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu," jelasnya.

Herman menjelaskan Musda Demokrat Jatim mengusung tema Merapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan. Menurut dia, tema tersebut mencerminkan upaya partai memperkuat organisasi untuk menghadapi berbagai agenda politik mendatang.

Ia menegaskan Musda tidak boleh berhenti sebagai agenda administratif atau seremoni pemilihan ketua. Forum tersebut harus menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan politik Demokrat di Jawa Timur.

"Kami tidak ingin bahwa Musda hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang, tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali," ujarnya.

Herman menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis bagi Partai Demokrat. Ia mengatakan Jawa Timur merupakan provinsi dengan basis suara terbesar kedua bagi Demokrat setelah Jawa Barat.

Menurutnya, Demokrat pernah mengirimkan 27 anggota DPR RI dari daerah pemilihan di Jawa Timur. Di tingkat provinsi, partai tersebut juga pernah meraih 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur.

Herman menilai capaian politik tersebut masih dapat ditingkatkan melalui penguatan organisasi. Karena itu, ia meminta seluruh struktur partai memanfaatkan proses konsolidasi mulai dari tingkat DPD hingga musyawarah cabang di kabupaten dan kota.

"Capaian yang bisa kita capai ke depan sangat tergantung terhadap konsolidasi organisasi, baik yang hari ini dilaksanakan di tingkat DPD maupun ke depannya untuk pelaksanaan musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota," katanya.