Sabtu, 29 August 2026 12:54 UTC

Ali Mufthi bersama kader Golkar Jatim saat memborong dagangan PKL di sekitar Muktamar NU ke-35 Jombang. Foto: Istimewa/Humas Golkar Jatim
JATIMNET.COM, Jombang – Sejumlah kader Partai Golkar Jawa Timur menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang dengan cara sederhana. Mereka memborong dagangan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar arena muktamar.
Aksi tersebut berlangsung pada hari ketiga Muktamar NU ke-35, Sabtu, 29 Agustus 2026. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi bersama sejumlah kader mendatangi kawasan sekitar lokasi muktamar dan membeli berbagai dagangan milik PKL.
Para kader Golkar Jatim membeli beragam makanan dan minuman, mulai dari es dawet, pentol, hingga bakso. Mereka sengaja menyasar pedagang yang ikut memanfaatkan ramainya kunjungan peserta muktamar untuk meningkatkan omzet.
Ali mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Golkar Jatim kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta PKL yang berjualan di sekitar lokasi Muktamar NU ke-35.
Dukungan itu juga terintegrasi dengan aktivitas Posko dan Yellow Clinic Golkar Jatim yang telah dibuka sejak 27 Agustus 2026. Posko tersebut dijadwalkan tetap beroperasi hingga 31 Agustus 2026, bertepatan dengan berakhirnya rangkaian muktamar.
Menurut Ali, Golkar Jatim sengaja menempatkan posko tidak jauh dari arena muktamar sebagai bagian dari ikhtiar untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ia menilai kehadiran mereka akan semakin berarti apabila dapat membantu masyarakat, termasuk pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas selama muktamar berlangsung.
“Kalau memang ini bermanfaat untuk masyarakat, kami bersyukur kepada Allah. Sesuatu yang luar biasa yang kami rasakan,” ujar Ali.
Dukungan kader Golkar Jatim juga terlihat dari berbagai bantuan konsumsi yang berdatangan ke posko. Sejumlah kader dari berbagai daerah di Jawa Timur secara bergantian mengirimkan makanan dan minuman.
Mereka membawa beragam kebutuhan, seperti makanan ringan, air mineral, buah, nasi, hingga kopi. Ali menyebut seluruh dukungan tersebut muncul secara sukarela dari para kader.
“Dari teman-teman ada yang membawa nasi, ada yang membawa kopi, ada yang membawa buah. Ini takdir, karena kita ikhlas, Allah menunjukkan tempat yang terbaik,” katanya.
Ali menegaskan Golkar Jatim tidak ingin keberadaan kader di sekitar Muktamar NU ke-35 terseret ke dalam kepentingan politik praktis. Ia mengatakan pihaknya memilih mengambil peran sebagai pendukung teknis yang ikut membantu menciptakan suasana kegiatan yang kondusif.
Sebagai kader yang dekat dengan tradisi pesantren, Ali juga berharap seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 berjalan lancar. Ia berharap para peserta mendapatkan arahan dan bimbingan dari para ulama serta masyayikh.
“Kami sebagai santri mengharapkan para ulama, para masyayikh bisa memberikan bimbingan,” pungkasnya.
Posko Golkar Jatim akan tetap beroperasi selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35, yakni 27-31 Agustus 2026. Selain mendukung kegiatan muktamar, posko tersebut menjadi ruang interaksi kader dengan masyarakat dan PKL yang berada di sekitar arena kegiatan.
