Sanggupkah Ferrari dan Red Bull Patahkan Laju Mercedes

Rochman Arief

Kamis, 23 Mei 2019 - 17:51

JATIMNET.COM, Monako – Mercedes telah mencatat rekor dalam gelaran Formula 1 musim ini. Tim asal Inggris ini telah mencatat lima kemenangan beruntun dengan menempatkan dua pebalapnya finish 1-2 secara bergantian.

Jelang Grand Prix Monako atau seri keenam ini banyak pertanyaan yang muncul, ‘Sanggupkah Mercedes dihentikan? Sanggupkah Red Bull dan Ferrari bisa menjegal Mercedes?

Sejatinya pertanyaan itu sudah muncul pada GP Azerbaijan atau seri keempat. Harapannya agar balapan Formula 1 tidak monoton. Namun hingga seri kelima di Spanyol dua pekan lalu, laju Mercedes masih belum terbendung.

Pada Grand Prix Monako yang akan dilangsungkan akhir pekan ini atau Minggu 26 Mei 2019, belum banyak tim yang sanggup menerima tantangan tersebut.

BACA JUGA: Hamilton Pimpin Klasemen Usai Menang Grand Prix Spanyol

Pebalap Red Bull, Max Verstappen tentu tidak ingin mengulang hasil buruk seperti musim lalu. Dia gagal melewati sesi latihan terakhir hingga menyebabkan impiannya merebut gelar di Monako pupus.

Sayangnya pebalap asal Belanda itu justru pesimis dengan peluangnya di Monako. Dia memilih berpikir realistis dengan memuji Mercedes yang berpeluang mencetak kemenangan keenam beruntun.

“Kami melihat Mercedes sebagai favorit. Saya tidak berpikir Red Bull sebaik tahun lalu. Kami berusaha mencari tahu, dan yakin bahwa tim ini dapat berjuang untuk merebut podium,” kata Verstappen seperti dikutip Formula1.com, kamis 23 Mei 2019.

Rekan satu timnya Pierre Gasly mengingatkan bahwa sirkuit jalanan Monte Carlo jauh lebih rumit dibanding dengan sirkuit lainnya. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, tim ini lebih baik dibanding sirkuit lainnya.

RILEKS. Pebalap Ferrari Charles Leclerc (kanan) berlatih ringan jelang balapan di Monte Carlo, Monako akhir pekan ini. Foto: Formula1.com

“Saya tidak mengatakan, kami adalah favorit, tetapi kami harus memiliki kinerja yang lebih baik daripada di trek lain,” jelas Gasly.

Ferrari telah berjuang untuk membuat ban secara konsisten pada tahun 2019. Harapannya disesuaikan dengan jenis permukaan lintasan, untuk memberi pengaruh yang lebih besar pada tingkat daya saing.

Chief Ferrari Mattia Binotto mengakui sudah bekerja di Maranello (Markas Ferrari) untuk mengevaluasi konsep-konsep baru, serta membawa pembaruan lebih lanjut ke Monako. Namun kubu Ferrari butuh waktu untuk menentukan perubahan yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Bottas: Pole Position di Spanyol Karir Terbaik Saya

Sebastian Vettel, juara 2017, tetap optimistis memandang peluang di Monako untuk merebut gelar juara.

“Datang ke sini, apa pun bisa terjadi. Tapi yang pasti, tidak cukup cepat untuk mengalahkan Mercedes. Tetapi kami bekerja sangat keras untuk membuat perbedaan sesegera mungkin,” jelas pebalap asal Jerman itu.

Charles Leclerc, pebalap Ferrari lainnya, akan memulai debut di kandang sendiri untuk pertama kalinya memilih rileks dan memandang positif jelang balapan di Monako. Dia mengakui sudut kecepatan di Monte Carlo jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Barcelona.

“Kami berusaha membalikkan keadaan. Ini tidak akan mudah tetapi kami akan memberikan segalanya,” ungkap Leclerc.

Baca Juga

loading...