Sanggar Lidi Surabaya Ajarkan Pentingnya Kekuatan Ideologi dalam Politik

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 10 April 2019 - 20:15

JATIMNET.COM, Surabaya - Sanggar Lidi Surabaya menggelar pementasan teater Mata Adil Mata Akhir di Gedung Kesenian Cak Durasim Komplek Taman Budaya Jawa Timur, Rabu 10 April 2019.

Teater itu memberikan gambaran kepada masyarakat betapa pentingnya kekuatan ideologi dalam era politik saat ini. "Kekuatan idealisme ini sangat penting dalam era politik saat ini untuk menentukan kenegaraan yang berdaulat," kata Sutradara Mata Adil Mata Akhir Totenk MT Rusmawan saat jumpa pers di Rabu 10 April 2019.

Ia menilai, politik saat ini sebagai kekuatan massal yang mampu menggerus pemikiran manusia secara jernih. Apalagi dibarengi dengan agenda pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang.

Secara sadar atau tdak, kata Totenk, selama kontestasi politik, pilihan atau pandangan masyarakat akan terbelah. Hal tersebut sangat wajar dalam demokrasi. Namun perbedaan tersebut jangan sampai menjadi embrio perpecahan.

BACA JUGA: Satgas Anti-Politik Uang Asal Malang

"Apalagi selama ini agama digunakan dalam kontestasi berpolitik. Sehingga timbul kekhawatiran terhadap kedaulatan agama dalam negara plularisme," katanya.

Totenk menjelaskan, pada 2050 mendatang, tidak menutup kemungkinan agama akan lebih berdaulat daripada negara Pancasila atau Demokrasi. Hal tersebut akan menimbulkan intoleransi terhadap perbedaan agama.

"Jadi bilamana agama terus berdaulat dan melupakan esensinya, maka negara berdaulat akan hilang dan mengarah ke negara islam saja," kata Totenk.

BACA JUGA: Bawaslu Patroli Politik Uang saat Masa Tenang

Apalagi jika saat ini banyak digemborkan isu agama, lanjut Totenk. Bisa jadi di masa depan sebuah kebijakan atau keputusan yang diambil penguasa di dalam negara plural tidak lagi berdasar nalar pikiran. Tapi lebih mempertimbangkan emosional dan kepentingan golongan tertentu.

Oleh karena itu, dalam drama yang disuguhkan ini akan menggambarkan sistem politik di masa mendatang. Yakni, bagaimana seorang politikus atau tokoh yang bernama Mata membawakan kabar kebenaran dari permainan busuk para politikus yang menjual harga diri bangsanya kepada investor asing.

"Jadi dia seolah menjadi public enemy dan dianggap makar pada tahun 2050 bagi para penguasa negeri," katanya.

BACA JUGA: Riset, Leonardo da Vinci Memiliki Kemampuan Ambidextrous

Melalui drama ini, Totenk berharap agar masyarakat lebih membuka pikirannya dan menumbuhkan sikap ideologinya dalam menjalani era politik saat ini.

Dengan ideologi yang kuat, sistem hukum, cara bernegara, independensi, kekuatan negara dalam perbedaan akan bertahan pada 2050 mendatang bahkan untuk selamanya.

Tokoh Utama Mata Adil Mata Akhir Fujika Senna mengungkapkan tokoh Mata yang diperankan merupakan orang yang memperjuangkan keadilan bangsa.

Ia berjuang mengungkap kebenaran sebagai bentuk gambaran mencintai negaranya. "Jadi tokoh Mata dituduh sebagai dalang atau aktor intelektual dari terjadinya perang saudara," katanya.

Baca Juga

loading...