Logo

Rule of Seven, Strategi Marketing agar Konsumen Mau Membeli

Reporter:

Rabu, 13 May 2026 03:06 UTC

Rule of Seven, Strategi Marketing agar Konsumen Mau Membeli

Ilustrasi strategi penjualan. Freepik

JATIMNET.COM – Banyak pelaku usaha mengeluhkan produk mereka sulit terjual meski sudah beriklan di berbagai platform. Menurut praktisi bisnis dan influencer Raymond Chin, masalahnya sering kali bukan pada produk, melainkan ekspektasi yang keliru terhadap perilaku konsumen.

Ia menjelaskan bahwa banyak pebisnis berharap calon pelanggan langsung membeli setelah melihat iklan satu kali. Padahal, dalam praktiknya, konsumen membutuhkan waktu untuk mengenal sebuah merek sebelum mengambil keputusan pembelian.

Salah satu konsep yang perlu dipahami pelaku usaha adalah Rule of Seven atau aturan tujuh kali paparan. Konsep ini menyebutkan bahwa seseorang umumnya perlu melihat sebuah produk atau merek setidaknya tujuh kali sebelum terdorong untuk melakukan tindakan.

"Tindakan itu belum tentu langsung membeli. Bisa jadi baru tertarik mencari tahu lebih lanjut atau mengunjungi akun bisnis kita," ujar Raymond, dalam kanal YouTube miliknya, Raymond Chin, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, semakin sering sebuah merek muncul di hadapan konsumen, semakin besar peluang merek tersebut diingat. Hal itu menjelaskan mengapa sejumlah brand besar terus menampilkan pesan yang sama secara berulang melalui berbagai saluran pemasaran.

Namun, pengulangan saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus mampu menyampaikan pesan yang jelas mengenai produk yang ditawarkan.

Raymond menyarankan pemilik bisnis menjawab empat pertanyaan utama dalam setiap komunikasi pemasaran, yakni apa produknya, apa fungsinya, apa manfaatnya bagi konsumen, dan mengapa konsumen perlu peduli terhadap produk tersebut.

Dengan cara itu, calon pelanggan tidak hanya mengetahui keberadaan produk, tetapi juga memahami alasan mengapa produk tersebut layak dipertimbangkan.

Menurutnya, membangun awareness atau kesadaran merek merupakan fondasi awal sebelum bisnis berbicara mengenai penjualan.

 

Iklan Menarik Jadi Kunci Tahap Berikutnya

Setelah konsumen mengenal sebuah merek, tantangan berikutnya adalah menarik perhatian mereka di tengah persaingan iklan digital yang semakin ketat.

Raymond menilai format video menjadi salah satu media yang paling efektif karena mampu menyampaikan pesan lebih menarik dibandingkan gambar statis. Selain itu, unsur hiburan dan humor juga dapat meningkatkan peluang audiens memperhatikan sebuah iklan hingga selesai.

“Bisnis saat ini tidak hanya bersaing dengan kompetitor, tetapi juga dengan ribuan konten lain yang muncul setiap hari di layar konsumen,” ujar pria berkacamata ini.

 

Konsumen Perlu Dipandu hingga Membeli

Meski awareness berhasil dibangun, proses pemasaran belum selesai. Raymond mengingatkan bahwa konsumen perlu dipandu melalui perjalanan pembelian atau customer journey yang jelas.

Pelaku usaha harus memastikan tidak ada hambatan ketika calon pelanggan ingin membeli produk, mulai dari informasi yang sulit ditemukan, stok yang kosong, hingga layanan pelanggan yang lambat merespons.

Menurutnya, pengalaman pelanggan yang baik sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan penjualan, bahkan lebih penting dibanding besarnya anggaran iklan yang dikeluarkan.