Ratusan Orang di Banyuwangi Terjaring Kasus Miras dan Premanisme

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Rabu, 29 Mei 2019 - 06:03

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Polres Banyuwangi mengungkap 624 kasus dan menjerat 535 tersangka selama Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2019 digelar 14 hari pada bulan Ramadan. Dari kasus ini, sebanyak 1.800 liter minuman keras dalam botol beling maupun plastik bekas kemasan air mineral disita polisi untuk dimusnahkan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan Operasi Pekat dilaksanakan selama 14 hari sejak Selasa 14 Mei 2019 hingga Minggu 26 Mei 2019.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Botol Miras dan 5,5 Kilogram Sabu-sabu Dimusnahkan

Menurutnya, kasus terbanyak yang terungkap merupakan praktik-praktik premanisme. Disusul pelanggaran hukum terkait miras dan kasus kriminal lainnya.

"Proses penyidikannya terkait kasus-kasus premanisme dan miras, prostitusi dan kasus lainnya," kata Taufik usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019, di halaman Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa 28 Mei 2019.

Dalam apel gelar pasukan ini juga dilakukan pemusnahan 1.800 liter miras dengan menggunakan road roller atau alat berat penggilas.

BACA JUGA: Polres Probolinggo Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Pil Setan

Secara simbolis, Kapolres mengendarai alat berat memulai proses pemusnahan. Turut naik di atas road roller Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi Muhammad Yamin.

"Miras yang dimusnahkan merupakan hasil dari kegiatan cipta kondisi jelang Operasi Ketupat Semeru 2019," kata Taufik.

Baca Juga

loading...