Ratusan Ancak Hiasi Tradisi Sedekah Bumi Betiring Gresik

Agus Salim

Reporter

Agus Salim

Sabtu, 20 Juli 2019 - 20:17

JATIMNET.COM, Gresik - Masyarakat Dusun Betiring, Desa Banjar Sari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, memiliki tradisi sedekah bumi 'Ancak'. Acara digelar setiap tanggal 27 Dzulqaidah kalender Hijriah atau 27 Bulan Sela penanggalan Jawa, seperti hari ini, Sabtu 20 Juli 2019.

Warga bergotong-royong melaksanakan sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur nikmat dan karunia Tuhan yang diberikan. Tidak hanya warga setempat, dari luar Dusun Betiring juga memadati acara puncak untuk menyaksikan dan memburu berkat (bingkisan). Tradisi  tahunan ini sedikit modern, gang masuk dihiasi tenda anggota UMKM yang menawarkan hasil produk dari setiap kecamatan.

'Ancak' atau tatakan dari kayu yang dihiasi rengginang (krupuk beras ketan) dibentuk seperti tanduk kerbau. Sebanyak 400 ancak berisi aneka makanan ringan, jajanan pasar, serta buah-buahan yang dikawal lima orang.

BACA JUGA: Bupati Gresik Menguji Pejabat Struktural Lewat Tes Wawancara

Setelah mengikuti puncak acara, nantinya dibagi-bagi ke warga dan siapa saja yang hadir, tentu setelah dibacakan doa sedekah bumi terlebih dulu.

Parade ancak, dalam pelaksanaan sedekah bumi di Betiring dibuat warga setempat ditata berjejer mengelilingi panggung. Ancak berhias rengginang menyerupai tanduk kerbau ini pertanda kesuburan, zaman dulu warga membajak sawah menggunakan kerbau.

Diungkapkan Ketua panitia sedekah bumi Betiring, Ahmad Soleh (47), setiap ancak menghabiskan dana Rp 800.000 hingga Rp 1 juta. Namun, ada satu ciri khas yang tak boleh ditinggalkan, yakni wajib membuat rengginang melengkung seperti tanduk kerbau.

"Dulu wilayah kami penghasil beras, dan petambak, sebagian lahan beralih fungsi. Sedekah bumi tidak bisa ditinggalkan," kata Soleh.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi, Arus Pelayaran Gresik-Bawean Terhambat

Pada puncak ritual sedekah, sesepuh desa menabuh gong kecil sebagai tanda untuk mengumpulkan masyarakat. Kemudian payung dan bende yang berusia 300 tahun diarak keliling kampung dibacakan shalawat nabi berakhir panggung.

"Setiap upacara sedekah bumi, payung tersebut di pajang di arena upacara, mengundang bupati dan wakilnya serta jajaran," tukasnya.

Senada dengan Singgih Purwanto, Kades Banjarsari, Cerme, tradisi ini berlangsung sejak pemerintahan Bupati Gresik pertama Kyai Tumenggung Poesponegoro. Sebagai buktinya berupa Payung Kencana yang diberikan Kyai Tumenggung Poespoegoro (Bupati pertama Gresik) kepada Kepala Dusun saat itu.

Payung Kencana yang terus terawat itu sebagai tetenger keberadaan awal tradisi sedekah bumi di Desa Banjarsari terutama Dusun Betiring ini.

MENUNGGU ACARA: Warga dengan sabar menunggu puncak acara sedekah bumi. Foto: Agus.

"Sebagian laki-laki nyekar ke makam Ki Ageng Betiring di kompleks pemakaman Sunan Giri, dan ke leluhur di desa setempat bernama Kulahan," pungkasnya.

Sebelum upacara puncak, diadakan bersih desa dan ritual kirim doa ke Makam Sunan Giri, ditutup dengan hiburan wayang kulit semalam suntuk.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengakui Dusun Betiring salah satu wakil Kabupaten Gresik yang melestarikan tradisi gotong-royong lewat sedekah bumi.

"Mari kita kawal dan kita jaga dengan kerja sama, kerja keras dan jujur," singkatnya, sebelum memukul gong pembuka gelaran sedekah bumi kali ini.

Baca Juga

loading...