Bupati Gresik Menguji Pejabat Struktural Lewat Tes Wawancara

Agus Salim

Reporter

Agus Salim

Jumat, 19 Juli 2019 - 13:15

JATIMNET.COM, Gresik - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memberi peringatan keras kepada para pejabat yang tidak memiliki kompetensi. Dalam uji kelayakan pejabat struktural, Bupati tak segan menggeser pejabat yang nilainya kurang dari standar.

Lebih jauh, Bupati menyatakan bahwa nantinya, semua pejabat akan diuji secara bertahap baik itu eselon II, III maupun eselon IV, bahkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (Kadis).

“Utamanya para Pejabat eselon II dan Kepala OPD. Bagi yang tidak berkompeten silahkan minggir atau digeser,” ujarnya serius.

Sebanyak 88 peserta, di antaranya 18 Pejabat eselon II dan 70 orang pejabat eselon IV mengikuti uji kelayakan pejabat struktural di Ruang Mandala Bakti Praja, Jum’at 19 Juli 2019.

BACA JUGA: Palsukan isi Elpiji, Ditangkap Polisi

Dalam uji kelayakan yang berlangsung selama dua hari ini, Bupati berjanji akan melakukan ujian wawancara sendiri, bagi pejabat yang nilainya kurang dari standar yang telah ditetapkan.

“Bila saat wawancara memang tidak layak, siap-siap saja untuk dipindah atau bahkan dinonjobkan,” tambahnya lagi.

Pejabat kedepan, lanjutnya adalah pejabat yang inovatif dan kinerjanya terukur sesuai indikator kinerja utamanya sesuai harapan Presiden RI saat berpesan padanya.

Dia berharap, akhir masa jabatannya nanti akan meninggalkan pejabat yang berkompeten, inovatif untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Waduk Mengering, Petani Gresik Utara Terancam Gagal Panen

Sementara, kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik Nadlif mengatakan, uji kompetensi bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Malang.

Peserta diuji selama dua hari (Jumat-Sabtu). Hari pertama uji kompetensi akan dilakukan tes tulis dan hari kedua dilaksanakan tes wawancara.

“Bupati, akan menguji untuk wawancara sendiri besok (Sabtu), ini untuk mengukur tingkat kompetensi pejabat guna penyesuaian penempatan lebih lanjut," pungkasnya.

Diketahui uji kompetensi akan diberlakukan pada semua pejabat, namun karena keterbatasan anggaran maka hanya 88 pejabat yang bisa mengikuti ujian.

Baca Juga

loading...