
Reporter
A. BaehaqiJumat, 6 Desember 2019 - 01:32
Editor
Bruriy Susanto
PWNU. akil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Dua dari kanan) saat jumpa pers di kantor PWNU Jawa Timur, Kamis 5 Desember 2019. Foto: Baehaqi
JATIMNET.COM, Surabaya - Buntut dari kasus pendakwah Akhmad Muwafig saat ceramah di Purwodadi, PWNU Jawa Timur mempersilahkan Badan Otonom (Banom), seperti Pagar Nusa maupun Banser yang ingin membentengi kiai NU saat akan berdakwah.
PWNU menilai, pihaknya juga membuat hak menggunakan kekuatan jika ada upaya pengagalan dakwah kiai NU. "Kami punya hak gunakan kekuatan menjaga kiai, dalam mengamankan dakwah. Apapun caranya akan kami amankan," kata Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib, Kamis 5 Desember 2019.
Hal itu dilakukan pasca dakwah Akhmad Muwafig dianggap menghina Nabi Muhammad, dan muncul bakal ada penghadangan. Padahal menurut Gus Salam panggilang akrabnya, sudah ada ada klarifikasi dan dianggap selesai.
BACA JUGA: PWNU Jatim Dukung Sertifikasi Nikah dan SKB 11 Menteri
Namun apabila ada pihak yang ingin melanjutkan ke ranah hukum, PWNU Jatim menghormatinya. Asalkan sesuai koridor hukum yang berlaku. Gus Salam berharap, tidak ada pelanggaran seperti upaya penghadangan pengajian Gus Muwafiq.
"Bentuk pasukan inti korps pengawal kiai. Tapi tetap koordinasi dengan pihak aparat," tegasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, korps pengawal kiai ini mendapat hak melawan apabila respons aparat kurang cepat. Namun, perlawanan tersebut harus mendapat restu dulu dari kiai struktural dan kultural di sekitarnya.
"Kami tetap menjaga akhalqul karimah untuk menjaga keutuhan sebagai bangsa," tandasnya.
BACA JUGA: Ketua PWNU Jatim Sebut Temukan Paham Radikalisme di Lingkungan Pemprov Jatim
Sekadar diketahui, Gus Muwafiq dinilai sebagian masyarakat menghina Nabi Muhammad saat berdakwah di Purwodadi, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Dalam dakwahnya, ia menyebut nabi lahir biasa saja. Ketika kecil, nabi juga disebut rembes. Karena diasuh kakeknya. Nabi saat lahir tidak mengeluarkan cahaya, tetapi langit yang cerah dan bercahaya.