PVMBG Ingatkan Potensi Ancaman Gas Beracun Kawah Bromo

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Jumat, 15 Maret 2019 - 18:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau kepada masyarakat, wisatawan serta pendaki untuk tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Karena, untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

Melalui keterangan resmi di laman vsi.go.id, disebutkan status aktivitas Gunung Api Bromo saat ini masih tetap di level II (waspada). Gunung dengan ketinggian 2329 meter di atas permukaan laut ini tengah mengalami erupsi tidak menerus.

Hasil pantauan secara visual Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari menyebutkan sejak Kamis 14 Maret 2019 hingga Jumat 15 Maret 2019 pagi ini, gunung api terkadang terlihat jelas dan terkadang tertutup kabut.

BACA JUGA: Paparan Abu Vulkanis Bromo Capai Radius 12 Kilometer

Tinggi asap kawah sekitar 50-700 meter di atas puncak berwarna putih, coklat. Angin bertiup sedang ke arah timur dan timur laut.

Pengamatan secara kegempaan melalui seismograf pada 13 Maret 2019 tercatat, tremor menerus dengan amplitude 0,5 – 5 mm. Pusat Vulkanologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Bromo serta pengunjung agar tidak beraktivitas di dalam radius 1 kilometer dari kawah puncak.

Sementara itu, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) terakhir terkirim kode warna kuning yang terbit 14 Maret 2019 pukul 06.42 WIB, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 3029 meter di atas permukaan laut atau sekitar 700 meter di atas puncak.

 

Baca Juga

loading...