Sabtu, 03 January 2026 02:00 UTC

Beberapa petani di Kabupaten Ponorogo sedang berada di lahan persawaha yang terendam banjir, Sabtu, 3 Januari 2026. Foto: Satria.
JATIMNET.COM, Ponorogo – Selain menggenangi jalur utama Ponorogo-Pacitan, banjir juga merendam lahan sawah dengan luas sekitar 30 hektare. Akibatnya, tanaman padi milik petani di tiga kecamatan wilayah Ponorogo terancam gagal panen.
Lahan pertanian yang terdampak banjir berada di Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal. Kemudian, Desa Bajang, Ngampel, Karangan, Kecamatan Balong. Juga, di Desa Josari dan Winong, Kecamatan Jetis.
Zainul Karim, salah seorang warga Desa Ngampel, Kecamatan Bungkal mengatakan bahwa banjir yang ada terjadi di desanya terjadi akibat luapan sungai Genting. Selain itu, kiriman dari sungai di kecamatan lain, seperti Bungkal, Slahung dan Jetis.
“Padinya masih berumur sekitar 40 harian. Kalau terendam seperti ini, kemungkinan gagal panen. Apalagi, arusnya (banjir) juga deras,” katanya, Sabtu, 3 Januari 2026.
BACA: Jalur Utama Ponorogo - Pacitan Tergenang Banjir
Banjir yang melanda Ponorogo terjadi setelah hujan deras mengguyur pada Kamis, 1 Januari 2026. Wartawan Jatimnet.com di Ponorogo melaporkan, hingga Sabtu pagi, 3 Januari 2026, ketinggian banjir mulai surut.
Berdasarkan pantauan di jalur utama Ponorogo-Pacitan, ketinggian air yang sebelumnya sekitar 30 sentimer telah menyusut menjadi 5 sentimeter.
Meski demikian, kendaraan bermotor masih melaju dengan pelan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di lokasi genangan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Agung Prasetyo mengatakan bahwa banjir yang merendam jalur Ponorogo-Pacitan akibat meluapnya Sungai Genting.
BACA: Puluhan Rumah di Dawarbalandong Mojokerto Terendam Banjir
Air meluber ke jalan raya karena sungai tersebut tidak mampu menampung tingginya debit air. Kondisi ini merupakan dampak dari hujan deras berdurasi lama mengguyur sebagian wilayah Ponorogo pada Kamis 1 Januari 2026.
“Masih bisa dilalui secara normal. Tapi, bagi pengendara yang melewati genangan air sebaiknya tetap berhati-hati,” ungkap Agung.
Hingga kini, petugas BPBD tetap bersiaga dan memantau ketinggian luapan air di jalur Ponorogo-Pacitan. Sebab, hujan deras diprediksi akan mengguyur Kota Reog hingga Minggu besok, 4 Januari 2026.
